Menurunkan Resiko Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS)

Sindrom kematian bayi mendadak atau sudden infant death syndrome (SIDS) merupakan kematian mendadak pada seorang bayi yang berusia dibawah satu tahun. Bahkan sindrom ini bisa mengakibatkan kematian pada bayi yang masih berusia satu bulan. Penyebab dari sindrom ini belum bisa dijelaskan secara pasti, namun ada kemungkinan faktor genetik berperan penting dalam kasus ini. Selain itu, faktor lain yang diduga menyebabkan sindrom ini adalah adanya infeksi bakteri yang masuk kedalam tubuh melalui saluran pernapasan.

Sindrom Kematian Bayi Mendadak

Pada sebagian kasus, sindrom ini menyerang bayi tanpa ada tanda-tanda peringatan sebelumnya. SIDS terjadi pada bayi secara tiba-tiba. Meskipun sindrom ini belum diketahui penyebabnya secara jelas dan gejalanya sulit untuk di deteksi, namun ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan resiko sindrom ini.

Langkah Menurunkan Resiko SIDS

  • Menjaga kehamilan

Salah satu langkah mudah untuk meminimalisir terjadinya sindrom kematian bayi mendadak yaitu dengan cara menjaga pola hidup sehat selama menjalani kehamilan. Seperti yang kita ketahui bahwa kesehatan dan gaya hidup ibu hamil akan mempengaruhi kesehatan dan perkembangan bayi selam di dalam kandungan. Kebiasaan buruk ibu hamil seperti mengkonsumsi junkfood, merokok atau mengkonsumsi minuman beralkohol selama hamil sangat beresiko menyebabkan SIDS pada bayi. Selain itu, asupan makanan bergizi yang tidak mencukupi kebutuhan nutrisi selama kehamilan juga mempengaruhi kesehatan bayi. Maka dari itu, penting sekali selama menjalani kehamilan untuk menjaga pola hidup sehat dan mengkonsumsi makanan bergizi.

  • Hindari paparan asap rokok

Merokok di depan bayi merupakan salah satu resiko terbesar yang mengakibatkan bayi terkena sindrom kematian secara mendadak. Menurut sebuah studi di slandia baru mengatakan bahwa bayi dari orangtua perokok beresiko tujuh kali terkena sindrom ini. Hal ini karena bayi yang mengisap dan terpapar asap rokok akan mengalami penyumbatan pada saluran pernapasan sehingga kekurangan oksigen. Bagi Anda orangtua perokok sebaiknya mengurangi atau bahkan menghentikan kebiasaan tersebut ketika merencanakan kehamilan.

  • Berikan ASI pada bayi

ASI mempunyai banyak keunggulan bila dibandingkan dengan susu formula atau susu yang lainnya. Bayi yang mendapatkan ASI sejak lahir memiliki resiko yang rendah terkena SIDS. Sebaliknya bayi yang tidak mendapatkan ASI dan hanya diberi susu pengganti sangat rentan terkena sindrom ini. Pada dasarnya ASI mengandung banyak nutrisi alami yang tidak bisa digantikan oleh sumber makanan apapun. ASI mengandung zat pelawan infeksi sehingga mencegah terjadinya infeksi pada saluran pernapasan bayi yang merupakan salah satu indikasi SIDS.

  • Posisikan bayi untuk tidur terlentang

Ada sebagian pendapat mengatakan bahwa tidur telungkup adalah posisi terbaik untuk bayi. Namun para ahli tidak sepenuhnya menganjurkan posisi tersebut. Untuk menurunkan resiko SIDS pada bayi justru posisi tidur terlentang sangat dianjurkan, walaupun pengaruhnya belum secara pasti diketahui. Posisi tidur terlentang atau miring lebih aman bagi bayi karena lebih mudah untuk terjaga dan terhindar dari kepanasan.

  • Pastikan bayi tidak kepanasan saat tidur

Perlu Anda ketahui bahwa bayi yang kepanasan ketika tidur sangat beresiko terkena SIDS. Hindari membungkus bayi dengan baju atau kain yang terlalu tebal selama tidur karena bisa menyebabkan bayi kepanasan. Suhu badan yang terlalu panas akan membuat bayi kehilangan banyak cairan dan bahkan kehilangan oksigen yang mengakibatkan kematian secara mendadak. Sebaiknya gunakan pakaian yang tidak terlalu tebal dan cukup memberikan kehangatan untuk bayi bukan kepanasan.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517