Menjaga Kulit Bayi Agar Tetap Sehat

Merawat dan menjaga kesehatan kulit bayi merupakan hal yang tidak boleh terlewatkan dalam urusan perawatan bayi. Kulit bayi memerlukan sebuah perhatian dan perawatan yang intensif karena kulit bayi masih sangat tipis dan rentan terkena iritasi yang bisa menyebabkan infeksi. Produksi kelenjar keringat pada bayi belum sepenuhnya berfungsi dengan sempurna sehingga bayi masih sangat sensitif terhadap suhu yang dingin dan panas. Disamping itu pada kulit bayi produksi kelenjar minyak belum berfungsi dengan baik sehingga mudah kering.

Merawat kulit bayi

Tips Agar Kulit Bayi Tetap Sehat

  • Memandikan bayi secara teratur

Memandikan bayi secara rutin akan menjaga dan meminimalisir perkembangan serta pertumbuhan bakteri pada kulit bayi. Tujuan dari memandikan bayi adalah untuk menghilangkan semua kotoran yang menempel pada bayi sehingga kulit bayi akan tetap bersih dan sehat. Normalnya memandikan bayi itu dua kali dalam sehari. Ketika memandikan bayi usahakan menggunakan sabun khusus bayi dengan pH yang sesuai dan memakai sabun yang agak berminyak supaya kulit bayi tidak iritasi. Bilas bayi sampai bersih supaya sisa sabun tidak tertinggal pada kulitnya. Bersihkan pula area seperti sela-sela jari dan selangkangan bayi. Keringkan bayi dengan handuk yang bersih sampai benar-benar kering supaya kulit bayi tidak lembab.

  • Pakaian bayi harus selalu bersih

Pakaian yang bersih akan menjauhkan kulit bayi dari infeksi bakteri serta penyakit. Segera ganti dengan pakaian yang bersih ketika pakaian bayi terkena kotoran supaya bayi merasa nyaman dan bayi terhindar dari iritasi serta perkembangan bakteri. Dalam pemilihan pakaian usahakan agar memilih baju bayi dengan kain yang lembut serta tipis. Hal ini bertujuan agar kulit bayi tidak lembab akibat kepanasan dan berkeringat. Selain itu hindari pakaian atau popok yang terlalu ketat karena akan membuat kulit bayi iritasi akibat lembab dan adanya gesekan.

Mencuci pakaian bayi sebaiknya menggunakan sabun yang mudah larut atau cair. Penggunaan sabun deterjen dikhawatirkan akan tertinggal pada pakaian dan bisa berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit bayi. Sangat tidak dianjurkan untuk memakai pewangi untuk mencuci pakaian bayi karena bahan kimia yang terkandung dalam pewangi bisa berbahaya untuk bayi.

  • Lingkungan yang bersih

Hal yang tidak boleh diabaikan salah satunya yaitu lingkungan tempat tinggal bayi. Lingkungan akan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pada kesehatan kulit bayi. Lingkungan yang kotor dan tidak terawat akan membuat kulit bayi mudah terserang oleh kuman dan bakteri. Salah satu lingkungan yang perlu mendapat perhatian yaitu kamar dan tempat tidur bayi. Anda harus rutin menjaga kebersihan kamar dan tempat tidurnya.

Keadaan suhu kamar harus disesuaikan supaya bayi merasa nyaman. Selain itu, kamar harus memiliki ventilasi udara supaya adanya pertukaran udara sehingga suasana kamar bayi akan sejuk. Suasana kamar yang tidak panas akan menghindarkan bayi dari biang keringat akibat kulit lembab. Apabila suasana kamar terasa panas maka bisa menggunakan kipas angin atau AC, akan tetapi dalam penggunaan kipas angin tidak boleh diarahkan pada bayi.

  • Teliti dalam memilih perlengkapan bayi

Memilih perlengkapan bayi seperti kosmetik bayi harus dilakukan dengan teliti dan hati-hati supaya tidak akan berbahaya bagi kesehatan bayi. Sebelum Anda membeli semua perlengkapan kosmetik bayi, alangkah lebih baiknya pastikan terlebih dahulu keamanan dari bahan yang terkandung dalam kosmetik tersebut. Pastikan label tanggal kadaluarsa serta izin BPOM pada kemasan kosmetik bayi tersebut supaya kosmetik yang Anda beli benar-benar aman untuk bayi.

Penggunaan kosmetik bayi harus  sesuai aturan dan jangan berlebihan sebab apabila penggunaan terlalu berlebihan akan berakibat tertutupnya pori-pori pada kulit bayi. Usahakan supaya tidak menggunakan kosmetik bayi yang mengandung alkohol karena akan berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit bayi.

  • Jauhkan bayi dari sinar matahari langsung (sinar UV)

Paparan sinar matahari pada siang hari memang berbahaya bagi kulit baik orang dewasa maupun bayi. Apabila Anda ingin menjemur bayi supaya mendapat vitamin D untuk pertumbuhan serta perkembangan tulangnya, alangkah lebih baik apabila menjemur bayi ketika matahari masih hangat sekitar pukul 7.30. Hindari paparan sinar matahari langsung pada siang hari karena itu akan berbahaya bagi kulit bayi dan bisa berpotensi terjadinya iritasi atau bahkan kanker kulit.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517