Mengintip Perkembangan Janin Pada Kehamilan 29 Minggu

Hai Bunda, setelah melewati trimester kedua, sekarang bagaimanan perasaan Anda? Tentunya banyak hal yang Bunda rasain dalam setiap tahap kehamilan yang telah dijalani. Menginjak trimester ketiga tentunya akan menemukan berbagai perubahan terkait tumbuh kembang janin didalam kandungan. Lalu bagaimana perkembangan janin di kehamilan 29 minggu?

Pada usia kehamilan 29 minggu, saraf dan jaringan otot janin hampir mendekati perkembangan yang sempurna. Kini pertumbuhan jaringan otot akan ditunjukan dengan semakin mantapnya gerakan janin yang menendang-nendang.

Bahkan di 29 minggu kehamilan, tidak hanya gerakan menendang yang akan Bunda rasakan, kini Anda juga bisa merasakan gerakan janin yang melakukan gerakan peregangan sehingga sendi-sendinya akan terlatih untuk digunakan setelah ia lahir nantinya.

Pertumbuhan dan perkembangan saraf janin akan memungkinkan untuk bisa menggunakan organ penglihatan dan pendengaran yang semakin baik. Janin mulai belajar untuk membedakan suara manusia dan suara lainnya. Bahkan yang paling unik yaitu janin sudah mulai bisa membedakan suara Bunda sebagai ibunya.

Bahkan menurut sebuah riset menunjukan bahwa pada tahap ini janin sudah bisa membedakan cahaya buatan dan cahaya alami dari sinar matahari. Syaraf optic dan retina janin mengalami perkembangan yang semakin emndekati sempurna dan lebih baik. Bahkan kedua bola matanya mulai terlatih untuk mengikuti gerakan cahaya yang menembus rahim.

Bobot janin pada minggu ini mencapai 1150 gram dengan panjang 38,5 cm. Kepala janin semakin berkembang untuk memfasilitasi perkembangan otak. Dengan bertambahnya sel otak maka kemampuan setiap pancainderanya akan berkembang dnegan baik dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

Bunda sudah bisa merasakan bahwa indera pengecap janin sudah mulai berfungsi pada minggu ini. Didalam kandungan, janin mulai merasakan dan membedakan rasa yang disukainya. Bahkan akan bereaksi jika ada rasa yang tidak disukainya.

Batasi Konsumsi Protein

Mencukupi kebutuhan protein memang sangat penting selama kehamilan guna menunjang tumbuh kembang otak janin. Namun ternyata pada usia kehamilan 29 minggu sebaiknya protein lebih dibatasi. Mengapa demikian?

Pada dasarnya sumber protein yang tinggi biasanya berasal dari makanan seperti ikan dan sayuran yang beresiko terkena kontaminasi zat berbahaya. Salah sartu contohnya yaitu jenis protein yang berasal dari hewan kemungkinan mengandung racun pemberantasn hama dari obat kimia.

Nah, yang dimaksud membatasi protein disini yaitu harus pintar dan selektif untuk memilih jenis makanan yang mengandung protein. Hal ini karena tidak semua makanan yang mengandung protein baik untuk ibu hamil.

Disamping itu, dalam proses pengolahan makanan yang mengandung protein juga harus dilakukan dengan benar supaya tidak membahayakan kesehatan janin dan Anda. Pilihlah makanan yang higienis dengan teknik pengolahan yang benar.

Keluhan Yang Mungkin Dirasakan Pada Minggu 29

Salah satu keluhan yang perlu diwaspadai pada kehamilan minggu ke-29 yaitu Supine Hypotensive Syndrome yang berupa gejala seperti kliyengan ketika berdiri. Hal ini terjadi akibat adanya perubahan dari pembuluh dan sirkulasi darah di bagian punggung.

Nah, perubahan pembuluh darah tersebut akan mempengaruhi setak jantung dan aliran darah. Setelah Bunda terlentang maka setelah bangun akan merasakan pusing dan berkunang-kunang. Kondisi ini rentan mengakibatkan Bunda terjatuh sehingga perlu diwaspadai supaya tidak membahayakan janin.

Dalam upaya untuk menghindari keluhan tersebut sebaiknya Anda tidur dengan posisi miring daripada terlentang. Bunda harus lebih berhati-hati karena sindrom ini bisa terjadi kapan saja dan menyebabkan Bunda terjatuh. Lebih berhati-hati lagi ya Bunda. Semoga bermanfaat.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517