Mengetahui Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) Pada Wanita

Sindrom ovarium polikistik atau Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah suatu kondisi yang akan mempengaruhi kinerja pada bagian ovarium wanita. Nah, biasanya sindrom tersebut akan mempengaruhi tingkat kesuburan wanita terutama dalam hal siklus menstruasi. Kondisi tersebut sebaiknya segera ditangani supaya tidak berkembang lebih bahaya.

Sindrom ovarium polikistik ditandai dengan kista yang berkembang di bagian ovarium/polikistik, tingkat hormone laki-laki terlalu tinggi (androgen) di dalam tubuh wanita dan ovarium tidak teratur dalam hal melepaskan sel telur atau proses ovulasi. Apabila salah satu dari gejala tersebut terdapat dalam diri Anda maka kemungkinan terkena sindrom tersebut.

Ovarium polikistik memiliki sejumlah kista yang tidak akan membahayakan dan biasanya mencapai ukuran 8 mm atau 0.3 inchi. Jika terdapat kista yang belum berkembang pada bagian kantung telur juga bisa menjadi diagnose bahwa Anda terkena sindrom tersebut. Sebagian wanita yang menderita kista ini bahkan tidak menunjukan gejala yang serius.

Berikut Ini Tanda dan Gejala PCOS atau Sindrom Ovarium Polikistik

Tanda dan gejala dari sindrom ovarium polikistik biasanya akan nampak cukup jelas seiring dengan bertambahnya usia atau biasa dikategorikan setelah memasuki usia 20-an. Berikut tanda dan gejalanya:

  1. Sulit untuk memperoleh kehamilan. Hal ini diakibatkan oleh proses okulasi yang tidak teratur. Dengan kata lain terjadi kegagalan dalam proses ovulasi.
  2. Siklus menstruasi tidak teratur dan bahkan tidak mengalami siklus tersebut seperti biasanya.
  3. Kerontokan dan bahkan rambut menipis.
  4. Berat badan naik.
  5. Kulit berjerawat dan berminyak.

Menurut sebuah studi menemukan bahwa sindrom ovarium berasal dari beberapa penyakit serius seperti kolesterol tinggi dan diabetes tipe 2. Secara umum, penyebab dari sindrom ini belum secara pasti diketahui. Sebagian berhipotesis bahwa sindrom ini diakibatkan oleh faktor genetic/keturunan.

Pada dasarnya kondisi sindrom ovarium tersebut berkaitan dengan kadar hormone insulin yang terlalu tinggi. Seperti yang kita ketahui bahwa insulin termasuk salah satu jenis hormone yang berperan penting dalam mengontrol gula darah di dalam tubuh. Disamping itu, peningkatan hormone testosterone juga akan membuat hormone insulin meningkat.

PCOS belum secara pasti ditemukan obatnya, namun gejalan dari sindrom tersebut bisa diobati. Dalam hal ini sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter. Jika dari hasil diagnose ditemukan bahwa penyakit tersebut akibat kelebihan berat badan maka untuk mengatasinya bisa dengan cara mengontrol berat badan ideal melalui program hidup sehat.

Dalam dunia medis biasanya menyediakn obat untuk mengatasi gejala dari sindrom ovarium tersebut. Seperti obat untuk mengatsi masalah kesuburan dan rambut rontok yang diakibatkan oleh sindrom tersebut. Jika penanganan tersebut tidak berhasil dan kondisinya semakin parah maka dokter akan melakukan tindakan bedah untuk menghentikan jaringan ovarium yang memproduksi hormone testosterone dan androgen.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517