Mengetahui Penyebab dan Cara Mengatasi ASI Yang Berlebih (hiperlaktasi)

Permasalahan yang kerap kali menghampiri wanita pasca persalinan adalah air susu yang sedikit dan bahkan susah keluar. Hal ini tentunya akan berakibat buruk pada bayi yang sedang membutuhkan asupan makanan. Selain itu, permasalahan sebaliknya juga kadang muncul pada ibu yang sedang menyusui. Pada sebagian kasus, ada wanita yang mengalami kelebihan air susu atau yang biasa disebut dengan hiperlaktasi. Kelebihan ASI pada ibu yang sedang menyusui biasanya muncul pada pagi hari sehingga hal tersebut mengganggu aktivitas karena ASI terus keluar meskipun tidak ada hisapan dari bayi.

Mengetahui Penyebab dan Cara Mengatasi ASI Yang Berlebih (hiperlaktasi)

Faktor Yang Menyebabkan Kelebihan Air Susu (hiperlaktasi)

Kelebihan ASI atau hiperlaktasi bisa diakibatkan oleh adanya ketidakseimbangan dari hormon atau adanya masalah pada kelenjar pituitari yang terletak di bawah otak. Hiperlaktasi yang berlangsung selama kurang lebih 6 minggu maka hal tersebut bisa disebabkan oleh adanya alveoli atau kelenjar produksi air susu yang berlebih. Selain itu, kelebihan air susu atau hiperlaktasi bisa terjadi pada wanita yang baru pertama kali menyusui dan hal ini biasanya terjadi pada minggu-minggu awal menyusui.

Hiperlaktasi bukan hal yang sangat merugikan bagi ibu yang sedang menyusui karena hal tersebut dengan sendirinya akan menghilang. Manfaat yang bisa dirasakan oleh wanita yang mengalami hiperlaktasi  adalah kebutuhan ASI untuk bayi akan terpenuhi. Supaya Anda tidak merasa khawatir dengan hiperlaktasi tersebut, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter dan meminta solusi agar permasalahan air susu yang berlebih tidak menimbulkan masalah selama Anda menyusui.

Mengatasi Hiperlaktasi Ketika Menyusui

Bagi ibu yang sedang menyusui dan mengalami kondisi hiperlaktasi maka Anda bisa mengatasinya dengan menyedot air susu menggunakan alat pompa khusus kemudian menyimpan air susu tersebut dengan baik. Air susu yang diperah bisa diberikan melalui dot ketika bayi lapar. Pemerahan air susu bertujuan supaya bayi tidak tersedak ketika menyusu. Hiperlaktasi bisa menyebabkan bayi tersedak ketika menyusu langsung sebab air susu yang keluar mendadak dan banyak.

Ketika Anda memiliki masalah dengan hiperlaktasi, maka dianjurkan untuk menyusui bayi ketika sedang lapar. Hal ini karena hisapan bayi akan membuat produksi ASI semakin meningkat sehingga apabila diberikan pada bayi yang sedang lapar, kebocoran ASI tersebut bisa diminimalisir. Dalam proses menyusui usahakan untuk memberikan ASI dengan perlahan dan pelan-pelan supaya bayi tidak akan tersedak.

Hiperlaktasi menyebabkan ASI yang keluar tidak akan terkendali, maka dari itu usahakan jangan sampai bayi merasa kewalahan ketika menyusu. Disarankan untuk melakukan penyusuan dengan perlahan dan hentikan atau beri kesempatan bayi untuk sendawa ketika sudah terlihat kewalahan dalam menghisap air susu.

Sewaktu menyusui usahakan posisi Anda dan bayi menggunakan posisi yang benar supaya aliran ASI yang keluar tidak terlalu deras sehingga bayi akan merasa nyaman. Posisikan tubuh Anda dengan miring ke belakang dan posisi bayi duduk menghadap Anda. Selain itu, Anda bisa menggunakan posisi berbaring miring.

Bagi ibu yang sedang menyusui dan mengalami kejadian ASI yang berlebih atau hiperlaktasi sebaiknya jangan merasa panik dan khawatir, apalagi kalau kejadian tersebut terjadi pada Anda yang baru pertama kali menyusui. Hal tersebut bukan merupakan suatu kelainan dan dengan sendirinya akan hilang. Selain itu, pemberian ASI untuk bayi jangan sampai dihentikan ketika Anda mengalami rasa tidak nyaman dengan air susu yang berlebih. Lakukanlah konsultasi dengan dokter untuk mendapat solusi dan penanganan sehingga akan membuat Anda merasa tenang selama proses menyusui.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517