Mengenal Penyakit Pneumonia Pada Anak

Pneumonia merupakan radang paru-paru yang disebabkan oleh infeksi virus, jamur maupun bakteri. Pneumonia sangat rentan menginfeksi anak-anak dibawah usia 2 tahun mengingat daya tahan tubuhnya masih sangat lemah. Gangguan kesehatan ini harus segera ditangani karena jika dibiarkan bisa merusak paru-paru, bahkan menyebabkan kematian.

Gejala pneumonia pada anak sangat bervariasi, mulai dari kesulitan bernafas, tekanan darah rendah dan proses bernafas menjadi lebih cepat. Apabila pneumonia menginfeksi bayi yang baru lahir maka gejalanya akan muncul secara bertahap. Hal ini ditandai dengan kondisi kesehatan si kecil yang tidak menentu dan mendadak sakit.

Secara umum gejala penyakit pneumonia pada anak tidak jauh berbeda dengan penyakit standar yaitu sesak nafas, batuk, nadi cepat dan demam. Nah, kondisi ini sebaiknya jangan disepelekan karena bisa berdampak buruk terhadap kondisi si kecil. Segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat penangan sedini mungkin.

Jenis-Jenis Penyakit Pneumonia Pada Anak

Berdasarkan jenis penyebab atau organism yang menginfeksinya, penyakit pneumonia pada anak dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Pneumonia akibat virus

Penyakit pneumonia pada anak yang disebabkan oleh virus biasanya akan menunjukan gejala yang tidak terlalu signifikan. Gejala yang muncul yaitu flu atau salesma, lalu kondisinya secara perlahan menjadi lebih parah. Si kecil akan menderita demam dengan suhu yang cukup tinggi yaitu 38 derajat celcius, diare, batuk, muntah dan kesulitan dalam bernafas.

Virus yang menginfeksi yaitu dari kelompok Parainfluenza Virus, Influenza Virus, Rhinovirus, Adenovirus dan Respiratory Synncytial Virus. Jika si kecil terkena infeksi ini maka harus segera mendapatkan penanganan medis sebelum kondisinyab bertambah parah.

  1. Pneumonia akibat bakteri

Bakteri yang menginfeksi saluran pernafasan diantaranya yaitu Staphylococcus, Mycoplasma dan Streptococcus. Biasanya gejala yang ditimbulkan yaitu sesak nafas, muntah, mendadak batuk, diare dan demam tinggi.

Jika si kecil terkena infeksi pneumonia ini maka akan lemas, nafsu makan menurun, denyut nadi cepat, kuku terlihat kebiruan dan mengalami masalah pada mulut. Cara terbaik untuk mencegah kondisi yang lebih buruk yaitu dengan segera memebawa si kecil ke dokter.

Pada dasarnya pneumonia yang diakibatkan oleh virus relatif lebih ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya jika kekebalan tubuh si kecil kembali normal dan berfungsi dengan baik. Hindari pemberian antibiotik karena bisa merusak antibody atau sistem kekebalan tubuh si kecil. Biarkan si kecil untuk beristirahat dan berikan makanan yang bergizi. Jika kondisinya tidak kunjung membaik maka segera bawa ke dokter.

Untuk pneumonia yang diakibatkan oleh bakteri, biasanya medis akan memberikan antibiotik yang sesuai dengan bakteri penyebab infeksi tersebut. Disamping itu, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan terapi uap dengan menggunakan obat tertentu supaya dihisap oleh si kecil.

Pneumonia pada anak bisa dicegah dengan cara menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggal Anda. Hindarkan si kecil dari polusi udara ataupun asap rokok, terapkan kebiasaan untuk selalu mencuci tangan sebelum makan dan hindarkan si kecil dari hewan peliharaan.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517