Mengenal Komplikasi Pasca Persalinan

Persalinan merupakan salah satu proses yang menguras banyak energi. Selain itu, biasanya setelah menjalani proses tersebut, beberapa wanita mengalami komplikasi persalinan. Salah satu contohnya yaitu pengeluaran darah yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama setelah proses persalinan. Kondisi tersebut biasanya ditandai dengan wajah yang memucat dan dari mulut rahim mengeluarkan darah terus menerus.

Gejala lain dari komplikasi pasca persalinan yaitu Denyut nadi semakin cepat dan kekuatan dari denyur tersebut semakin samar. Kemudian telapak tangan serta kaki terasa lebih dingin dan jumlah darah yang keluar membekas disertai bau tidak sedap. Nah, bila Anda mengalami hal tersebut maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Terjadinya pendarahan pada masa setelah melahirkan merupakan komplikasi yang tidak boleh disepelekan. Hal ini sebaiknya mendapat penanganan yang benar dari tim medis. Penyebab terjadinya pendarahan tidak lain yaitu akibat dari robeknya uterus pada saat terjadinya kontraksi sehingga pembuluh darah membuka. Nah, pada kasus pendarahan berlanjut terjadi akibat pembuluh darah tidak segera menutup kembali.

Tim medis biasanya menyarankan supaya tidak banyak bergerak agar pendarahan bisa segera dihentikan. Dalam hal ini dibutuhkan istirahat total untuk menghindari darah semakin banyak keluar yang beresiko kekurangan darah dan membahayakan keselamatan.

Untuk mengetahui penyebab secara pasti maka harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kemungkinan dalam hal ini adanya jaringan robek atau rusak ketika proses kelahiran bayi. Selain itu, adanya permasalahan kontraksi pada otot rahim yang bertugas dalam mengontrol tutup bukanya pembuluh darah dan ketidakstabilan rahim.

Akibat dari pendarahan tersebut bisa menyebabkan komplikasi lebih lanjut yaitu terjadinya infeksi. Penyebab infeksi tersebut yaitu virus dan bakteriĀ  atau bahkan bisa juga diakibatkan oleh jamur. Hal ini bisa Anda kenali dari berbagai gejala yang muncul seperti suhu tubuh meningkat setelah 6 jam pertama pasca persalinan.

Infeksi tersebut bisa terjadi di sekitar uterus dan bisa menyebar hingga keluar ke mulut rahim. Bahkan pada konsisi yang lebih parah bisa menginfeksi ginjal. Dalam hal ini diperlukan pemeriksaan pada mulut rahim sehingga hal tersebut tidak akan membahayakan organ yang lainnya.

Untuk mencegah resiko yang lebih parah, maka harus dilakukan perawatan dan dipantau secara intensif. Jika terjadi robekan yang cukup serius pada uterus maka diperlukan pembedahan untuk menghentikan darah yang terus keluar. Dalam hal ini harus dilakukan donor darah untuk menggantikan darah yang hilang. Jika terjadi peristiwa bleeding kronis maka sangat dikhawatirkan terjadinya robekan permanen pada uterus. Jika hal ini terjadi maka perlu pengawasan secara optimal.

Nah, itulah sepintas mengenai komplikasi dan penanganan pasca melahirkan. Komplikasi bisa dicegah dengan menjaga kehamilan sebab jika kondisi kehamilan dalam keadaan sehat maka kemungkinan terjadinya komplikasi sangat rendah.

Related Posts

Share This