Mengenal Jenis-Jenis Komplikasi Pada Persalinan

Persalinan merupakan momen yang sangat membahagiakan bagi pasangan suami isteri yang mendambakan kehadiran seorang anak. Akan tetapi terkadang persalinan menjadi saat-saat yang sangat menegangkan bagi sebagian wanita yang baru pertama kali menjalani hal tersebut. Perasaan cemas dan takut akan sakitnya melahirkan kerap kali terbayang menjelang persalinan. Hal ini tentunya tidak baik untuk kesehatan dan perkembangan janin di dalam kandungan serta bisa menyulitkan jalannya proses persalinan. Persiapan fisik dan mental sangat dibutuhkan menjelang persalinan supaya persalinan bisa berjalan lancar dan normal.

Jenis-jenis komplikasi pada persalinan

Pikiran yang tenang dan tidak stres akan memudahkan proses persalinan secara normal. Selain itu, perkembangan janin juga tidak akan mengalami gangguan sampai proses persalinan selesai. Akan tetapi disamping itu, tidak semua persalinan berjalan lancar seperti yang diharapkan. Terkadang banyak persalinan yang menyebabkan komplikasi.

Ada Beberapa Komplikasi Yang Terjadi Setelah Persalinan

Postpartum (infeksi setelah melahirkan)

Komplikasi yang biasa terjadi pasca persalinan yaitu postpartum. Gejala dari infeksi ini yaitu suhu tubuh yang meningkat mencapai 38┬░C, sakit kepala, denyut jantung cepat, terasa nyeri pada bagian perut dan keluarnya cairan berbau dari rahim.

Postpartum biasanya terjadi pada rahim atau area sekitar rahim. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang wanita terkena postpartum yaitu plasenta yang tertinggal di dalam rahim, mengidap penyakit anemia dan hipertensi pada waktu hamil, persalinan dengan operasi caesar dan persalinan yang terlalu lama padahal air ketuban sudah terlebih dahulu pecah.

Mengalami trauma perineum

Ada sebagian wanita yang mengalami luka sobek pada bagian perineum ketika melahirkan. Perineum merupakan suatu jaringan atau otot di antara vagina dan anus. Trauma perineum yang ringan biasanya ditandai dengan pendarahan yang sedikit akibat dari luka pada kulit dan lapisan mukosa vagina. Trauma perineum yang lebih parah biasanya akan terjadi pendarahan yang banyak akibat dari luka yang menyebabkan otot-otot anus robek. Trauma perineum terjadi akibat proses persalinan yang menggunakan alat bantu dan ukuran serta bobot janin yang terlalu besar.

Pendarahan pasca persalinan

Pendarahan yang tidak normal setelah melahirkan biasanya terjadi akibat fungsi otot rahim yang tidak berfungsi dengan baik. Otot rahim yang berfungsi akan melakukan kontraksi setelah melahirkan. Hal ini bertujuan untuk menutup pembuluh darah yang terbuka sehingga tidak akan terjadi pendarahan. Gejala dari komplikasi ini yaitu keluar cairan dari vagina disertai bau busuk, wajah menjadi pucat akibat banyak darah yang keluar, pendarahan dari vagina terus berulang dan banyak.

Terjadinya robekan pada rahim

Robekan yang terjadi pada rahim bisa disebabkan oleh janin yang terlalu besar, pernah melakukan operasi caesar dan hamil anak kembar yang mengakibatkan terjadinya peregangan yang berlebih pada rahim sehingga rahim sobek. Gejala yang dirasakan yaitu rasa nyeri pada bagian rahim dan denyut jantung tidak normal. Apabila robekan pada rahim tidak segera ditangani dan menjadi lebih parah maka bisa berakibat pada kematian janin dan ibu. Hal ini terjadi karena robekan pada rahim akan menyebabkan pendarahan yang hebat sehingga suplai darah dan oksigen untuk janin akan terhambat. Bagi wanita yang pernah mengalami robekan pada rahim sangat berbahaya apabila hamil lagi karena kondisi rahim tidak kuat dan kejadian tersebut akan terulang dengan keadaan yang lebih parah.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517