Mengenal Fase-fase Menstruasi Pada Wanita

Menstruasi merupakan siklus bulanan pada wanita yang dipengaruhi oleh hormon reproduksi yaitu estrogen dan progesterone. Dengan kata lain menstruasi adalah peluruhan dinding rahim (endometrium). Hal ini terjadi karena sel telur yang sudah matang tidak dibuahi oleh sel sperma sehingga mati dan di keluarkan dalam bentuk darah haid. Setiap fase menstruasi tentunya dipengaruhi oleh hormon-hormon reproduksi.

Secara umum, fase menstruasi pada wanita terbagi ke dalam empat tahapan. Masing-masing fase dipengaruhi dan berkaitan erat dengan sistem koordinasi hormone reproduksi. Untuk lebih jelasnya, berikut ini fase-fase menstruasi yang perlu Anda ketahui.

  1. Fase follikuler (pra ovulasi)

Fase-fase pada menstruasi yang pertama yaitu fase follikuler. Hormon yang berperan penting dalam fase ini yaitu gonadotrophin releasing hormone (GnRH). Hormone ini disekresikan oleh hipotalamus. Fase pra ovulasi terjadi pada hari ke-5 sampai ke 15. Hormone GnRH akan menstimulus hipofisis anterior untuk mensekresikan Follikel Stimulating Hormone (FSH) untuk merangsang pertumbuhan folikel pada ovarium. Pada tahapan ini hanya satu folikel yang akan tumbuh menjadi sel telur. Selanjutnya folikel ini akan mensekresi hormone estrogen.

  1. Fase ovulasi

Peningkatan kadar hormone estrogen yang disekresi follikel pada fase sebelumnya yaitu fase pra ovulasi akan mengakibatkan kadar hormone FSH turun sehingga mengakibatkan hipotalamus mensekresikan gonadotrophin releasing hormone (GnRH ) untuk menstimulus hipofisis anterior sehingga mensekresi Luteinizing hormone (LH). Fungsinya yaitu untuk mendorong dan mematangkan folikel sehingga sel telur dilepaskan.  Fase ini terjadi pada hari ke-15.

  1. Fase pasca ovulasi

Pada fase ini folikel yang melepaskan sel telur akan mengalami perubahan menjadi korpus luteum yang berfungsi untuk mensekresi hormone progesterone. Fungsinya yaitu untuk memelihara dan menjaga endometrium. Fase pasca ovulasi tejadi pada hari ke 15 -28.

  1. Fase menstruasi

Yang selanjutnya yaitu fase menstruasi terjadi pada hari ke-29. Fase menstruasi terjadi jika ovum (sel telur) dilepaskan oleh folikel yang tidak terbuahi sel spermatozoid. Pada fase ini korpus luteum akan meluruh menjadi korpus albikans yang mensekresi hormone estrogen. Akibat dari sekresi estrogen tersebut akan mengakibatkan terjadinya penurunan hormone progesterone. Dengan demikian dinding endometrium akan meluruh bersama dengan ovum (sel telur) dan terjadilah menstruasi. masa menstruasi biasanya berlangsung selama 8 hari.

Itulah fase menstruasi pada wanita secara umum. Perlu Anda ketahui bahwa siklus menstruasi pada wanita berbeda-beda. Bahkan seorang wanita bisa mengalami siklus menstruasi yang berbeda setiap bulannya. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh hormone reproduksi, gaya hidup, stres dan faktor lainnya. Selama peroses menstruasi sangat disarankan untuk mengkonsumsi sumber makanan yang mengandung vitamin dan mineral terutama zat besi. Hal ini untuk menjaga kadara hemoglobin dan mencegah penyakit anemia.

Related Posts

Share This