Mengatur Tempat Bermain Untuk Batita Anda

Bermain merupakan salah satu cara bagi anak untuk berinteraksi dengan teman dan lingkungan sekitarnya. Tidak bijak apabila Anda sebagai orangtua memberikan batasan atau mengontrol permainan yang dilakukan oleh anak. Pada usia batita, rasa ingin tahu anak sangat tinggi sehingga mereka lebih banyak bereksplorasi untuk mengenali dunia baru mereka. Dalam hal ini Anda sebagai orangtua harus bertindak sebagai pengawas yang memonitor aktivitas anak.

Tempat Bermain Untuk Batita

Untuk mengembangkan pengetahuan anak, sebaiknya Anda mengajak anak untuk berinteraksi dengan teman-teman seusianya. Ajarkan cara bersosialisasi pada anak melalui sebuah permainan. Cara seperti ini akan berdampak positif bagi perkembangan psikis anak dalam jangka panjang. Ketika Anda mengenalkan permainan dan teman bermain pada anak, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan yaitu:

Memilih teman bermain yang cocok

Seperti yang kita ketahui bahwa karakter setiap anak itu berbeda-beda. Untuk menghindari terjadinya perselisihan pada anak ketika bermain sebaiknya Anda memilih teman bermain yang cocok untuk anak. Hal ini dilakukan bukan berarti Anda memilih-milih teman untuk anak, akan tetapi ini untuk menghindari perselisihan yang mengakibatkan anak merasa tidak nyaman untuk bersosialisasi.

Orangtua berperan sebagai pengatur

Ketika Anda mengajarkan bersosialisasi pada anak dengan cara bermain bersama teman-temannya maka terkadang Anda harus bertidak sebagai penengah atau wasit. Hal ini untuk menghindari rebutan mainan pada anak. Dalam hal ini Anda harus mengatur tahapan bermain anak supaya mereka lbermain dengan tertib dan tidak rebutan.

Memberikan teladan yang baik

Contoh yang baik sangat diperlukan ketika Anda memperkenalkan permainan pada anak. Anda sebagai orangtua harus menjadi teladan yang baik. Anak-anak terkadang bersikap keras dan tidak mengerti dengan mainan yang Anda berikan. Salah satu contohnya ketika Anda memberikan mobil-mobilan pada batita, biasanya mereka akan melemparkan mainan tersebut. Nah, dalam hal ini Anda harus memberikan contoh pada anak bahwa mobil itu tidak boleh dilemparkan tapi di gelindingkan.

Mengajarkan sifat saling berbagi

Anak-anak biasanya memiliki kebiasaan merebut mainan yang dimiliki oleh temannya dan begitupun sebaliknya. Untuk mengatasi perselisihan akibat berebut mainan, Anda sebaiknya mengajarkan pada anak bahwa ketika menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain sebaiknya meminta izin terlebih dahulu atau tukaran mainan dengan punya kita. Dengan begitu anak akan mempelajari konsep saling berbagi dengan sesama.

Hindari perebutan mainan

Seperti yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya bahwa anak memiliki sifat dan kebiasaan dalam emnginginkan mainan yang dimiliki oleh orang lain. Ajarkan pada anak bagaimana cara mengambil dan menerima mainan dari orang lain tanpa merebut. Anda harus memperkenalkan konsep meminta izin dan saling berbagi pada anak. Hal ini mungkin sulit untuk dilakukan mengingat anak batita belum sepenuhnya mengerti dengan maksud yang kita utarakan. Lakukan secara perlahan dalam mengenalkan konsep tersebut supaya anak akan mengerti. Perebutan mainan yang terus berlanjut ketika anak bermain sebaiknya Anda memisahkan mereka.

Demikian cara mengatur tempatt bermain yang tepat untuk anak. Mengajarkan cara bersosialisasi sejak dini pada anak merupakan salah satu aspek penting bagi perkembangan psikologis anak. Anda sebagai orangtua harus mengajarkan konsep yang tepat pada anak untuk membentuk pribadi anak yang mampu bersosialisasi dengan baik. Permainan adalah salah satu cara yang tepat untuk mengajarkan konsep ini pada anak dengan catatan Anda harus mengawasi kegiatan tersebut supaya apa yang dilakukan anak tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

Related Posts

Share This