Mengatasi Mual Pada Waktu Menyusui

Setelah melewati tahap kehamilan dan persalinan, kini Anda dihadapkan dengan tahapan untuk merawat dan membesarkan si kecil. Salah satu tahapan penting dalam merawat bayi yaitu proses menyusui. Air susu ibu (ASI) adalah sumber makanan utama bagi bayi yang baru lahir sampai berusia 2 tahun. Pemberian ASI secara ekslusif harus dilakukan selama 6 bulan pertama. Setelah itu ASI bisa didampingi dengan makanan padat untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dalam menunjang perkembangan bayi.

Selama proses menyusui, kondisi fisik dan psikis harus dalam keadaan sehat. Hal ini karena kedua aspek tersebut akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI yang dihasilkan. Dalam menunjang produksi ASI yang berkualitas, Anda harus mengkonsumsi makanan bergizi dan menjaga gaya hidup sehat. Namun disamping itu terkadang ibu menyusui dihadapkan dengan berbagai macam kendala seperti ASI yang susah keluar, bayi tidak mau menyusu, payudara membengkak dan mual-mual pada waktu menyusui.

Gangguan kesehatan ringan seperti mual merupakan hal yang wajar dialami oleh ibu menyusui. Mual pada waktu menyusui disebabkan oleh produksi hormon oksitosin. Perlu Anda ketahui bahwa hormon ini sangat berkaitan dengan sistem pencernaan sehingga ketika terjadi peningkatan akan menyebabkan mual. Hormon ini akan meningkat ketika bayi lebih sering menghisap air susu. Kondisi seperti ini harus segera diatasi karena mengganggu kenyamanan pada waktu menyusui. Selain itu, mual-mual yang dirasakan selama menyusui bisa menurunkan nafsu makan sehingga berdampak terhadap kesehatan dan produksi ASI.

Kiat Untuk Mengatasi Mual Pada Waktu Menyusui

Mual yang dirasakan selama menyusui akan perlahan hilang dengan sendirinya. Biasanya keadaan tersebut akan membaik sekitar 8 minggu setelah melahirkan. Namun meskipun begitu, Anda harus mempunyai cara untuk mengatasinya sehingga keadaan tersebut tidak menjadi kendala selama menyusui bayi. Berikut ini penulis akan memberikan ulasan mengenai cara mengatasi mual selama menyusui.

  • Menjaga asupan cairan untuk tubuh

Untuk mengatasi rasa mual selama menyusui dianjurkan untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan mengkonsumsi air putih. Disarankan minum air putih minimal 8 gelas setiap harinya. Selain bermanfaat untuk mengatasi mual, air putih juga berguna untuk melancarkan peredaran darah sehingga produksi ASI menjadi lancar. Apabila bosan dengan air putih, Anda bisa mendampinginya dengan jus buah rendah gula. Disamping itu dengan mencukupi kebutuhan cairan selama menyusui, akan menghindarkan Anda dari dehidrasi.

  • Mengkonsumsi makanan tinggi protein

Makanan yang mengandung protein berperan penting dalam mengatasi masalah mual pada waktu menyusui. Oleh karena itu lengkapi menu makan Anda selama menyusui dengan makanan yang mengandung protein seperti ikan, daging, telur ataupun tempe. Makanan yang mengandung gizi seimbang dapat mengatasi berbagai keluhan selama menjalani proses menyusui. Selain itu, makanan bergizi juga sangat berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas ASI yang dihasilkan.

  • Cemilan sehat

Diantara jadwal makanan berat, sisipkan cemilan sehat untuk menemani Anda ketika bersantai. Salah satu cemilan yang bisa Anda pilih yaitu keripik buah ataupun buah segar. Mengkonsumsi cemilan sehat bisa membantu Anda dalam mengatasi keluhan mual-mual selama menyusui. Hal ini karena kondisi lambung tidak dibiarkan kosong sehingga produksi asam lambung tetap stabil. Selain itu juga berguna untuk menyeimbangkan kadar gula dalam darah.

  • Jangan melewatkan sarapan

Sarapan pagi sangat penting bagi ibu hamil dan menyusui. Selain untuk memberikan asupan nutrisi, sarapan pagi dinilai sangat ampuh dalam mengatasi mual. Dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat pada waktu sarapan seperti roti umbi-umbian atau roti gandum.

Related Posts

Share This