Mengatasi Anak Batita Yang Mempunyai Kebiasaan Menggigit dan Memukul

Ketika marah terkadang anak batita mempunyai kebiasaan menggigit dan memukul pengasuhnya. Kondisi seperti ini merupakan hal yang wajar karena batita juga mempunyai sifat emosi ketika apa yang diinginkannya tidak terpenuhi. Meskipun demikian, kebiasaan seperti ini akan membuat Anda atau pengasuh bayi merasa tidak nyaman dan bahkan merasa kesakitan. Pada usia batita gigi anak sudah tumbuh sehingga ketika menggigit pastinya akan menyebabkan rasa sakit.

Mengatasi Anak Pemarah

Kebiasaan anak yang suka menggigit dan memukul ketika marah harus segera dihentikan supaya tidak mempengaruhi tingkah laku anak ketika kelak tumbuh dewasa. Anak batita yang mempunyai kebiasaan menggigit dan memukul cenderung akan memiliki sifat dan perilaku yang keras di kemudian hari.

Cara Mengatasi Batita Yang Mempunyai Kebiasaan Menggigit dan Memukul

  • Mengajari cara berinteraksi yang benar

Bagi sebagian batita, kebiasaan memukul dan menggigit adalah cara mereka untuk berinteraksi dan mendapat respon dari orang lain. Untuk mengatasi hal tersebut, ajarilah anak tentang cara berinteraksi yang baik untuk mengekspresikan apa yang sedang mereka rasakan. Ajarkan sikap tubuh yang baik dalam bersosialisasi dengan orangtuanya. Dengan begitu kebiasaan anak yang suka menggigit akan perlahan hilang.

  • Mengetahui penyebabnya

Langkah selanjutnya yaitu dengan menyelidiki penyebab dari kebiasaan batita tersebut. Anda harus memahami apa yang sebenarnya memicu batita menjadi marah sehingga mempunyai kebiasaan memukul dan bahkan menggigit.  Kemungkinan yang paling dekat yaitu batita Anda merasa bosan dengan suasana rumah atau merasa lapar. Apabila penyebabnya sudah diketahui maka akan memudahkan Anda dalam menghentikan kebiasaan tersebut.

  • Tunjukan dan beri pengertian

Apabila batita tidak bisa mendengar nasihat Anda mengenai larangan untuk menggigit dan memukul maka tunjukan pada mereka dampak negatif dari kebiasaan tersebut. Cara yang bisa Anda lakukan yaitu dengan menekan lengan anak pada giginya seolah-olah dia menggigit tangannya sendiri. Setelah itu Anda tunjukan bekas gigitan tersebut pada anak kemudian beri pengertian pada mereka bahwa gigitan itu menyakitkan dan akan melukai orang lain.

  • Awasi anak

Anak batita yang mempunyai kebiasaan memukul dan menggigit sebaiknya tidak dilepaskan begitu saja ketika bermain. Anda sebagai orangtua harus senantiasa mengawasi supaya tidak menyakiti teman bermainnya. Apabila anak terlanjur marah dan memukul temannya sampai menangis maka segera pisahkan mereka dan beri pengertian pada anak Anda bahwa perilaku seperti itu menyakitkan dan melukai orang lain.

  • Berikan contoh perilaku yang baik pada anak

Sifat anak adalah cerminan dari orangtua. Apabila anak hidup dalam lingkungan keluarga yang penuh dengan kekerasan dan pertengkaran maka anak akan tumbuh menjadi pribadi yang keras dan berprilaku buruk. Anda sebagai orangtua hendaknya menjadi teladan yang baik bagi anak dengan memberikan contoh yang baik di hadapan anak. Jangan pernah bersikap atau berbicara kasar di hadapan anak karena mereka akan meniru setiap perilaku Anda.

Kebanyakan batita yang berusia dua tahun tidak bisa menanggapi konsekuensi karena belum sepenuhnya paham dengan nasihat yang Anda berikan. Ketika anak melakukan kesalahan maka Anda tidak perlu langsung menghukumnya karena hal ini tidak baik untuk perkembangan psikologis anak. Dalam hal ini Anda sebagai orangtua dituntut untuk mengajarkan nilai moral pada anak serta memberi pengertian tentang dampak negatif dari perilaku buruk. Perlu diketahui bahwa mendidik anak batita membutuhkan kesabaran dan kehati-hatian. Selain itu, contoh yang nyata akan lebih mudah di terima oleh anak daripada sekedar nasihat.

Related Posts

Share This