Mendeteksi Penyakit Keturunan Pada Bayi

Penyakit merupakan salah satu faktor yang bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan pada bayi atau anak-anak. Sistem kekebalan tubuh bayi yang belum berkembang dengan sempurna menyebabkan bayi sangat rentan terkena berbagai macam serangan penyakit. Penyakit pada bayi atau anak-anak tidak hanya diakibatkan oleh faktor sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna, akan tetapi penyakit pada bayi bisa merupakan penyakit bawaan atau penyakit keturunan.

Mendeteksi Penyakit Keturunan Pada Bayi

Bayi dengan penyakit keturunan biasanya akan terlihat normal dan tidak menunjukan adanya gejala penyakit. Maka dari itu untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut, Anda sebagai orangtua harus mengetahui dan mendeteksi lebih dini. Salah satu cara yang biasa dilakukan untuk mendeteksi adanya penyakit keturunan (genetik) yaitu dengan melakukan uji saring neonatus. Manfaat dari melakukan uji ini adalah untuk mendeteksi sejak dini berbagai kelainan dan penyakit pada bayi sehingga bisa dilakukan penanganan lebih awal. Selain itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit keturunan pada bayi, diantaranya yaitu sebagai berikut:

Uji saring neonatus

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit keturunan pada bayi yaitu dengan melakukan uji saring neonatus. Uji ini biasanya dilakukan pada bayi yang baru lahir atau sekitar 24 jam setelah bayi lahir. Dokter akan melakukan uji tersebut dengan cara melakukan pemeriksaan darah yang diambil dari tumit bayi kemudian selanjutnya diteteskan pada kertas saring. Tujuan dari uji ini adalah untuk mengetahui penyakit keturunan yang berhubungan dengan adanya kekurangan kelenjar tiroid yang bisa berakibat pada pertumbuhan mental dan fisik bayi yang abnormal.

Baca juga : Penyakit Asma Pada Bayi dan Anak

Mengetahui riwayat kesehatan keluarga

Untuk mendeteksi dan menangani penyakit keturunan sedini mungkin pada bayi bisa dilakukan dengan cara yang sederhana yaitu menelusuri dan mengetahui riwayat kesehatan keluarga. Cara ini tidak mengharuskan Anda untuk melakukan tes DNA. Mengetahui riwayat kesehatan keluarga akan memudahkan dokter untuk melakukan pencegahan dan penanganan pada bayi.

Memberikan respon pada bayi (tes respon bayi)

Cara lain untuk mendeteksi penyakit keturunan pada bayi yaitu dengan melakukan tes respon pada bayi. Salah satu contohnya yaitu melakukan tes pada penglihatan bayi. Penyakit katarak merupakan salah satu penyakit keturunan yang bisa terjadi pada bayi. Untuk mendeteksi penyakit tersebut sejak dini bisa dilakukan tes sederhana dengan cara merangsang penglihatan bayi. Cara melakukan tes ini yaitu menunjukan warna atau benda yang mempunyai warna terang pada bayi. Sealnjutnya Anda bisa melihat respon bayi terhadap benda tersebut. Apabila mata bayi merespon atau mengikuti gerakan benda tersebut dan berusaha meraihnya maka penglihatan bayi normal. Bayi yang tidak menunjukan respon terhadap benda yang diberikan berarti terjadi suatu kelainan pada penglihatan. Untuk mengetahui lebih pasti penyebab dan cara menangani hal tersebut sebaiknya segera periksa bayi ke dokter.

Membuat daftar makanan bagi bayi

Orangtua yang memiliki riwayat penyakit keturunan seperti alergi pada makanan tertentu sebaiknya membuat daftar makanan penyebab alergi sehingga bayi akan terhindar dari alergi. Selain itu, lakukan konsultasi dengan dokter untuk mengatasi penularan penyakit bawaan tersebut dan meminta saran dokter untuk makanan pengganti bagi bayi yang alergi.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517