Mendeteksi Kesehatan Balita Dengan Cara Sederhana

Makanan bergizi adalah salah satu komponen yang menunjang tumbuh kembang anak. Pada umumnya anak usia balita sudah mengenal berbagai jenis makanan dengan rasa dan tekstur yang berbeda. Dalam hal ini Anda harus lebih cermat dan lebih teliti untuk memilih sumber makanan yang baik untuk perkembangan anak. Supaya Anda tidak keliru dalam melengkapi semua kebutuhan nutrisi untuk si kecil, sebaiknya mengikuti panduan dari ahli gizi yang terpercaya.

Banyak pertanyaan yang muncul seputar kecukupan gizi untuk anak. Terkadang para orangtua bingung apakah makanan yang diberikan sudah memenuhi kebutuhan gizi anak atau sebaliknya. Untuk memastikan kecukupan nutrisi yang diperoleh oleh anak, ada beberapa aspek yang bisa Anda jadikan sebagai indikator. Salah satunya yaitu dari aspek kesehatan dan perubahan berat badan anak.

Berikut Beberapa Indikator Untuk Menentukan  Kecukupan Nutrisi

  1. Indikator berat badan

Nah, untuk memastikan kecukupan nutrisi yang diperoleh oleh anak, Anda bisa mengukurnya dengan berpedoman terhadap berat dan tinggi badan anak. Jika berat badannya ideal maka hal ini menunjukan bahwa anak mendapatkan asupan nutrisi dalam jumlah yang cukup. Akan tetapi apabila bobot badan anak kurang dari berat badan ideal maka hal ini berarti jumlah kalori dan nutrisi kurang. Dengan menggunakan patokan tersebut, pasokan nutrisi untuk anak senantiasa akan terjaga sehingga tumbuh kembang anak berjalan normal.

  1. Indikator daya tahan tubuh

Cobalah perhatikan apakah si kecil mudah terserang penyakit atau tidak? Salah satu penyakit ringan yang mudah menyerang anak balita yaitu flu dan demam. perhatikan apakah dalam kutun waktu tiga bulan anak balita Anda sering terserang penyakit atau sebaliknya? Jika anak mudah terserang flu ataupun demam dengan intensitas yang sering maka hal tersebut menunjukan bahwa sistem kekebalan tubuhnya lemah. Kondisi tersebut diakibatkan oleh pasokan nutrisi yang berperanpenting dalam meningkatkan imunitas tubuh sangat terbatas atau bahkan kurang. Oleh karena itu Anda harus mencukupi semua kebutuhan nutrisi tersebut seperti vitamin C, seng ataupun beta karoten. Nutrisi tersebut bisa diperoleh dari sumber makanan seperti sayur dan buah-buahan.

Baca Juga:  Sekilas Tentang Hidrokel Pada Anak
  1. Indikator kesehatan sistem pencernaan (BAB)

Kesehatan pencernaan anak balita bisa Anda lihat dari pola buang air besar (BAB). Apabila buang air besar anak lancar berarti asupan serat yang diperoleh oleh anak dalam jumlah yang cukup. Namun apabila sebaliknya berarti si kecil kekurangan serat akibat kurang mengkonsumsi sayur dan buah. Indikator kecukupan nutrisi dari segi BAB diantaranya yaitu :

  • BAB lancar tanpa mengejan sehingga kotoran keluar tanpa membutuhkan dorongan.
  • BAB secara rutin, minimal setiap pagi.
  • Kotoran secara otomatis tenggelam dan tidak mengambang.
  • Pada waktu BAB tidak membutuhkan waktu lama serta si kecil merasa lega dan tuntas.

Apabila si kecil tidak BAB setiap hari atau bahkan sering mengalami kesusahan dalam BAB sehingga harus mengejan maka hal tersebut menandakan asupan nutrisi dan serat sangat kurang. Oleh karena itu, Anda harus memperhatikan kecukupan nutrisi dan serat dari makanan yang diberikan untuk anak balita setiap harinya.

  1. Indikator alergi

Dalam hal ini yang ditekankan bukan masalah menghindari makanan yang berpotensi alergi saja, akan tetapi harus memperhatikan kecukupan nutrisi yang menunjang sistem kekebalan tubuh anak. Anak yang mempunyai riwayat alergi makanan biasanya disebabkan oleh sistem imun tubuh yang lemah. Maka dari itu apabila si kecil alergi terhadap makanan tertentu berarti asupan nutrisi yang berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh masih kurang. Anda harus memperhatikan kecukupan nutrisi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak sehingga tidak mudah terserang infeksi penyakit.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi Bundakim.com. Instagram: @bundakim7 SMS / WA: 0813 2154 8517