Mencegah Terjadinya Stretch Mark Selama Kehamilan

Stretch mark merupakan tanda atau bahkan berbentuk guratan-guratan putih yang memanjang yang memiliki pola tidak beraturan. Biasanya stretch mark akan terbentuk karena adanya proses peregangan yang terjadi pada kulit, dan ketika itu jaringan elastis kulit bagian bawah robek seketika ketika terjadinya peregangan tersebut. Nah, untuk ibu hamil sendiri, pastinya akan sangat rentan terkena stretch mark ini, hal ini dikarenakan banyaknya peregangan yang terjadi pada kulit akibat adanya pembesaran janin yang ada di dalam kandungan setiap bulannya. Oleh karena itu, ibu hamil akan sangat sulit menghindari dirinya dari permasalahan tretch mark. Umumnya stretch mark ini kerap terjadi di bagian perut ibu hamil, paha juga lengan.

menghilangkan stretch mark

Setelah ibu hamil melahirkan, maka stretch mark yang dialami semasa kehamilan akan hilang dengan sendirinya, biasanya stretch mark ini akan hilang antara 6-12 bulan setelah melahirkan, bahkan bisa kurang tergantung dengan keadaan atau kondisi dari kulit ibu itu sendiri. Namun perlu di ketahui, bahwa stretc mark sangat sulit untuk di hilangkan, bahkan sampai saat ini belum ada krim atau obat yang benar-benar terbukti bisa mencegah atau bahkan menghilangkan stretc mark. Akan tetapi, bagi kaum wanita yang memang tidak hamil, ada beberapa cara yang bisa dilakukan guna menghilangkan atau mencegah terjadinya stretch mark, yaitu seperti menggunakan cream yang memailiki kandungan retin-A atau bahkan ada juga yang menggunakan laser untuk menghilangkan stretc mark. Akan tetapi, untuk menghilangkan stretch mark, sebaiknya cara ini jangan pernah di lakukan oleh ibu hamil, karena bisa menyebabkan gangguan pada janin yang ada di dalam kandungan, bahkan cara ini harus di hindari selama kehamilan.

Nah, di bawah ini ada beberapa cara untuk mencegah atau cara menghilangkan stretch mark setelah melahirkan, yaitu sebagai berikut:

  1. Bagi ibu hamil, sebaiknya bumil mencukupi asupan cairan selama kehamilan. Biasakan ibu hamil untuk mengkonsumsi air mineral dalam jumlah yang cukup, yaitu sekitar 8 gelas setiap harinya, dan hal ini bisa membantu bumil untuk menjaga keelastisan kulit Anda, sehingga diharapkan mampu meminimalisir terjadinya stretch mark.
  2. Semasa kehamilan, usahakan untuk ibu hamil tetap menjaga berat badan, jangan sampai berat badan bumil mengalami kenaikan yang memang terlalu drastic. Penting untuk diketahui, bahwa kenaikan berat badan selama kehamilan yang normal yaitu sekitar 12-15 gram. Dan jika kenaikan berat badan terlalu drastic, selain kurang baik untuk kehamilan itu sendiri, kenaikan yang drastis juga pastinya kulit akan banyak mengalami peregan, dan itulah yang menyebabkan ibu hamil mengalami stetch mark.
  3. Meminimalisir terjadinya stretch mark juga bisa dipengaruhi oleh lancarnya sirkulasi darah juga oksigen. Oleh karena itu, ibu hamil juga dianjurkan untuk melakukan olahraga yang memang sesuai dengan kehamilan ibu. Bukan hanya itu, pijatan ringan yang dilakukan pada ibu hamil juga bisa membantu untuk melancarkan sirkulasi darah.
  4. Sebaiknya ibu hamil dapat mengkonsumsi sejumlah makanan sehat yang memailiki serat, misalkan seperti sayur juga buah-buhan, dan ini mampu mencegah terjadinya stretch mark selama kehamilan.

Related Posts

Share This