Mencegah dan Mengatasi Hipertensi Pada Lansia

Hipertensi pada lansia merupakan salah satu masalah utama yang kerap kali dialami oleh para lansia atau lanjut usia. Mengapa? Karena telah ditemukan, kalau hipertensi pada lansia ini menjadi salah satu faktor utama terjadinya penyakit jantung serta penyakit coroner. Dan sebagian besar kasus kematian terjadi pada usia di atas 60 tahun, yang memang disebabkan oleh penyakit jantung juga serebrovaskuler.

Hipertensi pada lanjut usia ini umumnya merupakan jenis hipertensi sistolik terisolasi (HST). Dan dengan meningkatnya sistolik, maka kemungkinan besar munculnya kejadian stroke serta infark myocard bisa terjadi, bahkan walaupun tekanan dari diastoliknya masih terbilang normal.

Nah, berikut ini ada beberapa tanda juga gejala dari tekanan darah tinggi yang dialami oleh lansia, yaitu sebagai berikut:

  • Sakit kepala
  • Peradangan hidung
  • Vertigo
  • Mual dan muntah
  • Perubahan penglihatan
  • Kesemutan pada tangan dan kaki
  • Sesak napas
  • Kejang atau koma
  • Nyeri dada

Penting untuk Anda ketahui, bahwa tidak semua jenis tekanan darah tinggi atau hipertensi membutuhkan obat. Namun, jika hipertensi yang dialami masih tergolong ringan, maka hipertensi ini bisa di kontrol melalui perubahan gaya hidup yang sehat. Dan pengontrolan gaya hidup ini adalah salah satu langkah serta cara terbaik yang bisa Anda lakukan guna mencegah terjadinya hipertensi pada lansia.

Dan di bawah ini beberapa cara yang bisa dilakukan dalam mencegah terjadinya hipertensi, yaitu sebagia berikut:

1. Diet rendah lemak

Anda dianjurkan untuk menghindari untuk mengkonsumsi makanan gorengan, daging dengan kandungan lemak yang banyak, susu full cream, telur dan lain sebagainya.

2. Diet rendah lemak

Anda juga harus mengurangi penggunaan garam pada menu makanan harian Anda, serta beberapa makanan yang memang di asinkan, seperti cumi asin, ikan asin, telur asin, dan beberapa jenis makanan lainnya.

3. Anda juga harus menghindari untuk mengkonsumsi daging kambing, buah durian, atau bahkan minuman yang beralkohol yang jelas bisa memicu meningkatnya tekanan darah.

4. Lakukan olahraga secara rutin dan teratur

Anda dianjurkan untuk melakukan olahraga secara rutin serta teratur. Dan jenis olahraga yang cocok untuk penderita darah tinggi yaitu seperti aktifitas aerobic, seperti berjalan kaki, berlari, bersepeda, berenang dan lain sebagainya.

5. Jika Anda perokok, maka Anda dianjurkan untuk menghindari hal yang stau ini.

6. Menurunkan berat badan jika Anda memiliki postur tubuh yang besar.

Sama halnya seperti pengobatan hipertensi pada umumnya, proses pengobatan bisa Anda awali dengan proses perubahan gaya hidup, misalkan seperti mengurangi asupan garam, berhenti merokok, mengurangi asupan lemak, dan masih banyak lagi.

Akan tetapi, jika perubahan pola gaya hidup ini tidak bisa mengurangi tekanan darah tinggi yang Anda alami, maka pengobatan hipertensi secara serius sangat dibutuhkan. Maka dari itu, Anda dianjurkan untuk mengkonsultasikannya kepada dokter.

Related Posts

Share This