Mata Rusak Bukan Karena Salah Posisi Dalam Membaca Buku, Ini Dia Ulasannya!

Pada kesempatan ini, saya akan berbagi sedikit informasi mengenai penyebab mata rusak. Yang kono katanya mata akan menjadi rusak ketika kita salah dalam posisi membaca buku. Namun, alasan tersebut ternyatanya tidak bisa menjadi alasan yang kuta.

Dewasa ini, banyak diantaranya orang-orang yang memiliki gangguan terhadap matanya, baik itu orang dewasa, remaja, bahkan anak-anak. Bahkan persoalan ini telah di muat di salah satu stasiun televisi, yaitu Metro TV yang berjudull “DIET GADGET” yang di tayangkan beberapa hari yang lalu.

Berikut kutipan yang diambil dari acara tersebut, “anak-anak Indonesia tengah dikepung krisis candu gadget. banyak diantaranya yang telah terpapar dan akhirnya mengalami kerusakan fungsi penglihatan. Dokter ahli dan psikolog pun angkat bicara mengenai fenomena ini. karena riset membuktikan, 20 persen anak di perkotaan lebih tinggi menggunakan kacamata dibanding mereka di pedesaan.”

sakit mata

Hal yang sangat wajar jika saat ini banyak diantaranya orang-orang yang kecanduan terhadap gadget. Mengapa? Karena jika di lihat secara kualitas, di Indonesia sendiri kecepatan dalam berinternet untuk saat ini bisa di katakan lumayang kencang, apalagi untuk saat ini di pasaran telah banyak beredar produk smartphone canggih dari berbagai merk yang memang memiliki harga jual yang sangat kompetitif.

Kasarnya, untuk saat ini sangat mudah untuk mendapatkan gadget yang canggih dengan harga yang relatif murah, terutama untuk produk gadget juga tablet. Oleh karena itu, tidak heran jika saat ini hampir semua orang termasuk anak-anak memiliki gadget yang super canggih.

Nah, sebelum kita melanjutkan topic bahasan kita, terlebih dahulu mari kita mengenal istilah “digital eye strain.” Seperti apa digital eye starin, lantas apa kaitannya dengan rusaknya sistem penglihatan manusia?

Seperti yang saya kutip dari forum kaskus.co.id, bahwa Digital Eye Strain (DES) atau yang lebih di kenal dengan sistem Computer Vision Syndrome (CVS) yaitu munculnya perasaan tidak nyaman yang dirasakan oleh fisik yang mana akan dirasakan oleh sistem penglihatan kita setelah menghabiskan waktu selama tiga jam atau bahkan lebih untuk menatap layar digital baik komputer atau bahkan smartphone. Dan hal ini juga di kaitkan dengan aktivitas dalam penggunaan sejumlah perangkat yang mana memiliki layar digital yang memiliki jarak pandang yang sangat dekat serta menengah, misalkan seperti desktop, tablet, laptop, tv, e-reder, hp, dan masih banyak lagi jenisnya

Normalnya manusia hanya mampu mengedipkan matanya sebanyak delapan belas kali dalam satu menit dalam setiap bentuk aktivitas kesehariannya. Namun, sebagai salah satu akibat dari segala bentuk rutinitas yang memang membutuhkan waktu yang banyak untuk menatap layar computer atau layar digital, maka hal ini mampu menyebabkan frekuensi mata dalam berkedip yang dilakukan oleh setiap orang menjadi berkurang.

Dan efek negative yang akan di rasakan oleh mata kita yaitu perasaan gatal, lelah, kering, atau kita akan merasakan sensasi pada mata kita seperti terbakar atau panas.

Jadi, jika mata kita sering atau bahkan terlalu banyak menatap serta berada di depan layar digital dalam kesehariannya, dan ternyata mata kita kerap kali mengalami sejumlah gejala seperti ayng memang telah disebutkan di atas, maka itu artinya kita telah terkena digital eye strain atau kerusakan pada sistem penglihatan kita.

Dan ternyata, penyebab rusaknya sistem penglihatan kita bukan hanya dikarenakan posisi membaca buku yang salah, karena pada saat ini, faktor utama kerusakan sistem penglihatan yaitu banyaknya aktivitas dalam menatap layar digital.

Related Posts

Share This