Makanan Jatuh “Belum 5 Menit” Fakta Atau Mitos?

“Belum lima menit!” Kata-kata ini yang memang umum diungkapkan terutama oleh anak-anak ketika hendak mengambil kembali makanan yang memang baru saja terjatuh ke lantai. Istilah ini diyakini jika makanan yang terjatuh belum lama atau belum mencapai 5 detik, maka keadaan makanan tersebut masih ada dalam keadaan layak untuk di konsumsi, sehingga masih boleh di ambil. Karena sebelum 5 detik, kuman atau bahkan bakteri belum hinggap di makanan yang terjatuh, apakah hal tersbeut benar?

Tidak hanya di Indonesia, ternyata istilah ini juga telah popular di luar negeri. Akan tetapi, berdasarkan ungkapan sejumlah peneliti, istilah tersebut ternyata hanyalah mitos belaka. Karena faktanya, makanan yang telah terjatuh sebelum waktu 5 detik pun sudah bisa terkontiminasi oleh kuman bahkan bakteri.

Bahkan menurut para peneliti, jika makanan yang terjatuh tersebut tetap di makan, terutama oleh anak-anak yang masih memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna, masih ada kemungkinan seseorang tersebut akan terserang penyakit, dikarenakan mereka mengkonsumsi makanan yang memang tidaklah higienis.

Dilansir dari health.kompas.com pada hari Selasa (22/09/2015), Profesor Paul Dawson dari Clemson University mengungkapkan, bahwa makanan yang memang telah terkontaminasi oleh bakteri bukan berdasarkan berapa lama makanan tersebut jatuh ke lantai, namun tergantung dengan berapa banyak kuman atau bakteri yang tersebar di lantai rumah Anda.

Pada tahun 2007 yang lalu, sejumlah ilmuwan yang berasal dari Clemson University telah berhasil meneliti berapa lama terjadinya proses perpindahan bakteri kedalam makanan yang memang terjatuh pada permukaan.

Untuk mengetahui hal tersebut, para peneliti meletakkan bakteri Salmonella di lantai kramik atau bahkan ubin, kayu serta karpet. Setelah itu para peneliti menjatuhkan roti yang masih higienis ke permukaan tersebut selama 5 detik, 30 detik bahkan 60 detik, hal ini bertujuan untuk mengukur berapa banyak bakteri yang mampu berpindah ke roti yang di jatuhkan tersebut.

Hasil dari penelitian yang memang diterbitkan pada Journal of Applied Microbiology itu menunjukkan, bahwa jumlah bakteri yang memang berpindah kepada makanan tersebut tidaklah terpengaruh oleh waktu, namun dipengaruhi oleh bakteri yang ada di permukaan tersebut. Bukan hanya itu, para penliti juga menemukan bahwa adanya perbedaan antara jenis permukaan.

Ketika makanan dijatuhkan pada permukaan karpet, diketahui setidaknya ada beberapa Salmonella yang berpindah ke makanan tersebut, kira-kira jumlahnya kurang dari 1%. Akan tetapi, ketika makanan tersebut dijatuhkan pada bagian ubin juga kayu, bakteri yang memang pindah kepada makanan ada sebanyak 48-70%.

Dan asal-usul dari istilah “belum lima menit” ini sampai saat ini juga masih belum diketahui dengan pasti. Namun sebuah study yang telah dilakukan pada tahun 2003 mengungkapkan, ada sekitar 70% wanita serta 56% pria yang memang menggunakan istilah tersebut ketika makanan mereka terjatuh ke permukaan.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517