Konsep Dasar Memilih Makanan Sehat Untuk Bayi

Makanan sehat untuk bayi. Pada dasarnya bayi merupakan makhluk kecil yang membutuhkan perhatian ekstra. Hal ini karena bayi belum memiliki kemampuan untuk melakukan segala sesuatu dengan sendirinya. Banyak hal yang harus Anda persiapkan dalam merawat bayi, salah satunya yaitu memilih makanan sehat dan bergizi.

Makanan sangat menentukan proses tumbuh kembang bayi dalam berbagai aspek, baik itu segi fisik maupun psikis. Perlu Anda ketahui bahwa bayi mengalami proses pertumbuhan yang lebih cepat bila dibandingkan dengan orang dewasa. Maka dari itu diperlukan asupan nutrisi melalui makanan sehat untuk bayi.

Pertumbuhan cepat yang dialami oleh bayi memerlukan asupan nutrisi ekstra. Jika asupan nutrisi mengalami gangguan maka proses tumbuh kembang bayi tidak akan berjalan normal sehingga cenderung akan mengalami gangguan dan bahkan adanya kelainan.

Meskipun struktur tubuh bayi memiliki persamaan dengan orang dewasa akan tetapi sistem jasmani bayi belum sepenuhnya terbentuk sehingga memerlukan nutrisi yang lebih banyak untuk menunjang proses tersebut.

Pada tahun-tahun pertama sistem pencernaan bayi belum sepenuhnya bekerja dengan baik. Hal ini terkait dengan fungsi dan struktur yang belum sempurna. Ahli kesehatan menyarankan supaya menerapkan prinsip untuk menyusui bayi secara ekslusif selama 6 bulan. Setelah itu baru dilanjut dengan memperkenalkan makanan padat pendamping ASI sebagai upaya untuk melengkapi kebutuhan nutrisinya.

Setelah program ASI secara ekslusif berlangsung selama 6 bulan, maka pemberian MPASI sangat berguna dalam menunjang pertumbuhan bayi. Perkenalkan makanan bayi sehat seperti sayuran, buah-buahan, daging, telur dan jenis makanan sehat lainnya. Semakin bervariasi makanan yang Anda sajikan maka semakin lengkap pula nutrisi yang diperoleh bayi.

Mempernalkan makanan pendamping ASI harus dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan usia si kecil. Perkenalkan terlebih dahulu makanan yang lebih encer seperti bubur susu, kemudian lanjut dengan nasi tim saring dan nasi tim tanpa saring. Disamping itu jika usia si kecil sudah menginjak 10 bulan maka sudah mulai bisa diperkenalkan dengan finger food.

Memasuki tahun kedua, kemampuan si kecil dalam mencerna makanan sudah lebih baik dan mengalami peningkatan sehingga Anda sudah bisa memperkenalkan makanan yang elbih bervariasi dengan tekstur yang normal.

Ketika si kecil sudah tumbuh menjadi balita maka Anda bisa memperkaya nutrisi untuk pertumbuhan si kecil dengan memberikan asupan makanan yang mengandung zat besi, asam folat, kalsium dan mineral penting lainnya.

Jangan pernah memperkenalkan makanan yang tidak sehat pada si kecil seperti junkfood, makanan berlemak ataupun jenis minuman bersoda. Hal ini karena bisa membahayakan kesehatan dan mengganggu tumbuh kembangnya. Hindari pula jenis makanan yang digoreng, lebih baik memberikan makanan yang direbus atau dikukus.

Perbanyak asupan makanan seperti buah-buahan dan sayuran sebagai upaya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya sehingga si kecil senantiasa dalam keadaan sehat dan terhindar dari penyakit.

Related Posts

Share This