Kondisi Kesehatan Tertentu Yang Membuat Anak Tidak Boleh Menerima Vaksin

Vaksin yang diberikan pada bayi atau anak-anak tidak terlepas dari resiko dan manfaat. Ada beberapa vaksin yang mungkin beresiko bagi tubuh bayi akibat dari kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk menerima vaksin tersebut. Vaksin untuk bayi seharusnya membawa banyak manfaat dan sedikit resiko yang ditimbulkan.

Kondisi Anak Tidak Boleh Menerima Vaksin

Imunisasi memang dimaksudkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak sehingga terhindar dari resiko berbagai macam penyakit yang membahayakan kesehatan tubuhnya. Imunisasi harus di berikan pada setiap anak untuk menunjang kesehatan tubuhnya dalam masa pertumbuhan. Imunisasi berperan penting dalam mendukung pembentukan sistem kekebalam tubuh. Akan tetapi ada beberapa kondisi tertentu yang menyebabkan bayi tidak boleh mendapatkan imunisasi.

Berikut ini kondisi kesehatan yang membuat bayi atau anak-anak tidak boleh mendapatkan vaksin:

  • Penyakit encephalophaty

Encephalophaty merupakan penyakit degeneratif pada otak bayi.  Penyakit ini lebih bahaya dari enchepalitis (kerusakan otak akibat campak). Penderita biasanya pingsan dan mengalami serangan yang secara tiba-tiba. Apabila anak Anda mengalami encephalophaty setelah imunisasi sebelumnya maka sebaiknya Anda bersikap bijak untuk menghindari vaksin selanjutnya. Kondisi seperti ini tidak memungkinkan untuk mendapatkan vaksin karena bisa memperparah kondisi tubuh.

Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat dalam menangani permasalahan ini. Hal ini karena bagaimanapun imunisasi sangat dibutuhkan oleh anak-anak atau bayi dalam emningkatkan sistem kekebalan tubuh pada masa pertumbuhan.

  • Alergi hebat

Apabila anak Anda mengalami reaksi alergi hebat setelah mendapat imunisasi sebaiknya menghindari imunisasi selanjutnya. Alergi yang biasa terjadi pada anak setelah imunisasi yaitu kesulitan bernapas dan urtikaria. Segera lakukan konsultasi dengan dokter dan minta solusi untuk mengatasi hal tersebut sehingga anak bisa kembali mendapatkan imunisasi seperti biasanya.

Itulah kondisi kesehatan yang terbilang sangat beresiko sehingga vaksin bisa membahayakan kesehatan bayi dan anak-anak. Selain itu, ada beberapa kondisi kesehatan yang perlu Anda pertimbangkan dengan dokter ketika akan memberikan vaksin tertentu bagi anak. Berikut ini beberapa kondisi yang perlu Anda pertimbangkan.

  • Enchepalitis yang terjadi pada anak Anda setelah diberikan imunisasi. Seperti yang kita tahu bahwa penyakit ini merupakan kerusakan otak akibat dari campak. Dalam hal ini Anda harus mempertimbangkan untuk memberikan atau tidaknya vaksin tersebut pada anak.
  • Kejang setelah imunisasi. Kondisi seperti ini mungkin dialami oleh sebagian bayi atau anak sehingga perlu mendapat pertimbangan untuk melakukan imunisasi selanjutnya. Anda harus berdiskusi dengan dokter dan mempertimbangkan sisi baik dan buruk dari memberikan atau tidak vaksin bagi bayi yang mempunyai riwayat seperti itu.
  • Reaksi lain yang dianggap berbahaya menurut dokter. Ada beberapa reaksi yang terjadi pada bayi atau anak-anak setelah diberikan imunisasi sehingga hal ini perlu mendapat perhatian dan pertimbangan untuk melakukan imunisasi selanjutnya. Perlu dipertimbangkan dari segi positif dan negatif apabila dilakukan dan tidak pemberian vaksin tersebut.

Demikian beberapa kondisi kesehatan tertentu yang mengharuskan bayi tidak boleh mendapatkan imunisasi sehingga perlu pertimbangan sebelum melakukan vaksin. Untuk mengatasi permasalahan tersebut sebaiknya Anda melakukan konsultasi dan diskusi dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat dalam menjaga kesehatan anak.

Related Posts

Share This