Kendalikan Diri Anda, Jangan Sampai Kata-kata Ini Keluar Untuk Si Kecil

Mungkin suatu kali Anda pernah menegur si kecil, agar ia tidak mencoret-coret tembok rumah dengan menggunakan kerayon yang ia miliki. Bahkan, Anda sudah memberikan fasilitas berupa buku gambar agar si kecil bisa membuat coretan di dalam buku tersebut. Dan mungkin saja, suatu hari Anda pernah memergoki keadaan tembok rumah yang penuh dengan coretan, dan ketika itu Anda merasa kesal, namun ketika itu Anda harus bisa mengendalikan diri juga emosi Anda.

Seorang pakar psikolog dan Manager Klinis di Strategic Psychology, di Gregg Chapman, seperti yang di kutip dari health.detik (17/11/2016), ia mengatakan bahwa sering kali orangtua sangat mudah untuk mengucapkan kata ‘dasar kamu anak nakal’ kepada si kecil. Mungkin kalimat tersebut sangat ringan untuk di ucapkan, namun dampaknya sangatlah besar untuk perkembangan si kecil.

Berdasarkan akuan dari Chapman, pelabelan dengan hal yang bersifat negative seperti itu pastinya bisa mempengaruhi rasa percaya diri si kecil yang akan memburuk. Karena hal tersebut bisa mengajari si kecil untuk membentuk jati dirinya seperti label yang diberikan oleh Anda sebagai orangtuanya, dan alhasil, hal ini bisa menyebabkan si kecil bisa mengembangkan konsep diri yang sangat buruk.

Ketika Anda tengah kesal, banyak diantaranya orangtua yang memang berucap kepadanya seperti, “Tega banget kamu lakukan itu, setelah semua pengorbanan mama buat kamu”. Mungkin pada kasus ini, Anda sebagai orangtua hanya bertujuan untuk mengetuk pintu hati si kecil dengan kalimat tersebut, namun menrurut Chapman, respon seperti ini justru tidak akan menyelesaikan suatu masalah. Daripada Anda harus mengucapkan hal tersebut, sebaiknya Anda membentuk si kecil untuk memahami efek dari tindakan yang mereka lakukan.

Ketika Anda mengajak si kecil untuk berpergian, misalkan seperti ke supermarket, bisa saja si kecil akan tantrum ketika apa yang ia inginkan tidak Anda penuhi. Ketika ia menangis dan berteriak dengan sangat kencang, maka biasanya Anda akan merasa malu karena Anda dan si kecil menjadi pusat perhatian orang banyak. Dan biasanya, sambil menahan emosi yang menggebu, orangtua kerap kali berkata dengan pandangan juga tatapan yang mengancam, seperti mengucapkan kalimat “Tunggu sampai kita sampai rumah”.

Chapman juga menjelaskan, pernyataan tersebut pastinya hanya akan membuat si kecil merasa ketakutan, bahkan akan merasa tidak nyaman jika mereka berdekatan dengan orangtua mereka sendiri. Apalagi jika kalimat seperti itu sering di dengar si kecil.

Daripada Anda harus mengeluarkan perkataan seperti itu kepada si kecil, Chapman lebih menganjurkan untuk Anda mengatakan kalimat seperti, “Kita perlu membahas hal ini di rumah. Mama ingin kamu berpikir apakah yang kamu lakukan ini benar”.

Dan kalimat sederhana yang memang bisa berdampak buruk terhadap tumbuh kembang si kecil yaitu kalimat seperti ‘’ bodoh banget sih kamu”. Biasanya kalimat ini akan di lontarkan oleh orangtua yang memang mulai kehilangan kesabaran ketika orangtua tengah membantu anaknya untuk mengulangi pelajaran sekolah, atau bahkan ketika tengah membantu menyelesaikan pekerjaan rumah.

Mungkin si kecil memang lemah dalam beberapa mata pelajaran, namun itu bukan berarti kalau si kecil bodoh. Kata-kata bodoh yang Anda ucapkan kepada si kecil akan terekam dalam ingatannya, dan pastinya ia akan selalu merasa kalau dirinya memang benar-benar bodoh.

Daripada Anda harus mengucapkan beberapa hal yang negative, sebaiknya Anda mengatakan kepada si kecil agar si kecil lebih sering berlatih dengan bahasa yang lembut. Karena bisa jadi si kecil tidak memahami suatu pelajaran karena cara dalam penyampaian materi yang membuat dirinya bingung.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517