Kenapa Bayi Sering Muntah? Inilah Penyebabnya

Mungkin Anda kebingungan ketika mendapati kondisi bayi yang sering muntah sesaat setelah diberikan makanan/ASI. Selain itu kondisi tersebut tentunya membuat Anda khawatir dan bertanya-tanya. Lalu kenapa bayi sering muntah? Apa saja penyebab bayi sering muntah?

Ketika Anda mendapati bayi yang sering muntah sebaiknya jangan panik. Hal ini karena bayi yang berusia 3 – 6 bulan sering kali mengalami gumoh. Namun dalam hal ini terdapat perbedaan yang bisa Anda kenali. Gumoh terjadi pada bayi hanya berupa air liur yang keluar tanpa disertai oleh makanan. Sedangkan muntah berupa makanan dan minuman yang keluar lagi dari dalam perut si kecil.

Lalu mengapa bayi sering muntah bila dibandingkan dengan anak-anak? Hal ini karena bayi memiliki refluks gastroesofagus. Pada usia 3 bulan bayi memiliki kebiasaan muntah lebih sering yaitu bisa sampai 3 kali dalam sehari dengan intensitas 10 – 12 kali. Walaupun demikian kondisi tersebut masih terbilang normal sebab otot pada bagian bawah esophagus belum terlalu kuat untuk melakukan proses tutup buka secara otomatis sehingga makanan yang masuk ke dalam perut akan keluar lagi.

Perlu Anda ketahui bahwa terkadang muntah yang dialami oleh bayi merupakan salah satu tanda bahwa si kecil sudah dalam keadaan kenyang. Namun Anda perlu waspada jika si kecil menolak makanan diakibatkan oleh refluks. Salah satu penyebabnya yaitu asam lambung naik sehingga menyebabkan iritasi dan pembengkakan.

Jika si kecil menolak makanan maka hal tersebut bisa saja akibat adanya iritasi pada bagian kerongkongan. Pada dasarnya penyebab bayi sering muntah yaitu akibat otot pada bagian esophagus yang berfungsi untuk menutup dan membuka secara otomatis belum berfungsi sepenuhnya. Kondisi tersebut akan perlahan hilang seiring dengan perkembangan bayi.

Pada waktu si kecil gumoh atau muntah setelah mendapatkan makanan/ASI maka hal yang perlu Anda lakukan yaitu dengan menghentikan sementara pemberian makanan tersebut. Selain itu, untuk mencegah gumoh maka Anda harus memberikan porsi makan dalam jumlah sedikit. Dengan begitu tidak akan ada udara yang terperangkap di dalam perut si kecil yang mendorong makanan untuk keluar.

Disamping itu, dalam mencegah gumoh/muntah setelah si kecil mendapatkan ASI maupun MPASI sebaiknya Anda membantunya untuk bersendawa. Usahakan posisi tubuh si kecil dalam keadaan tegak setelah diberi makanan. Dengan begitu maka akan mencegah dan meminimalisir makanan untuk keluar.

Anda tidak perlu khawatir dengan kejadian muntah yang sering dialami oleh bayi sebab kondisi tersebut akan membaik dan perlahan hilang seiring dengan bertambahnya usia si kecil. Menginjak usia 6 bulan, sistem pencernaan bayi Anda akan perlahan membaik dan berfungsi sempurna sehingga kebiasaan muntah tersebut akan perlahan hilang. Pada usia 12 bulan, kebiasaan tersebut sudah mulai lberhenti sehingga makanan yang dikonsumsi oleh si kecil tidak akan lagi terbuang.

Related Posts

Share This