Kenali Tanda Gangguan Motorik Dalam Tahap Perkembangan Anak

Kekhawatiran seringkali menghinggapi setiap orangtua jika menemukan perbedaan dalam hal perkembangan anak. Pada dasarny pertumbuhan anak akan berlangsung dengan pesat pada usia 0-5 tahun. Pertumbuhan yang baik bisa Anda lihat dari kesesuaian antara usia, berat badan dan tinggi badan. Pemantauan secara motorik kasar dan halus merupakan salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mengetahui perkembangan anak.

Anda sebaiknya memantau setiap tahap perkembangan anak dan berikan stimulus untuk membantu mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Rangsangan yang Anda lakukan bisa memberikan manfaat untuk mendeteksi gangguan motorik halus ataupun kasar pada bayi. Padan dasarnya perkembangan motorik sangat erat kaitannyab dengan kemampuan bayi untuk merangkak, mamanjat, berjalan dan meloncat.

Setiap anak tentunya akan mengalami fase tersebut, namun waktunya tidak sama. Ada sebagian balita yang tidak melewati fase merangkak sehingga langsung bisa berjalan. Memantau setiap tahap perkembangan anak mamang perlu dilakukan oleh setiap orangtua sehingga jika terjadi gangguan bisa dengan segera dilakukang penanganan.

Gangguan perkembangan anak bisa dideteksi sejak dini. Salah satu contohnya yaitu gangguan pada sensorik dan motorik anak bisa dideteksi sejak masih usia bayi 6 bulan. Jika si kecil mengalami gangguan dalam segi interaksi sosial maka bisa ditangani dengan cara intervensi. Namun jika hal tersebut terjadi ketika si kecil berusia lebih dari enam bulan maka ajak berinteraksi dengan temannya.

Dalam memudahkan Anda untuk mengenali gangguan motorik pada bayi maka dibedakan menjadi dua kategori yaitu gangguan motorik kualitatif dan motorik kuantitatif. Untuk gangguan kualitatif yaitu abnormal yang terjadi dalam diri balita. Sedangkan untuk kuantitatif yaitu pada perilaku si kecil. Maka dari itu setiap tahap perkembangan balita sangat penting untuk dipantau.

Berikut Tanda Gangguan Motorik Pada Anak Balita

  • Mengalami kekakuan pada bagian anggota tubuh tertentu.
  • Pada usia balita cenderung mengalami kemunduran yang berkaitan dengan keterampilan motorik.
  • Perkembangan kemampuan berjalan mengalami keterlambatan walaupun usianya sudah memungkinkan untuk bisa berjalan.
  • Balita mengalami jalan jinjit walaupun balita sudah berjalan lancar.
  • Pada bagian otot si kecil cenderung lebih lemas, terkulai dan bahkan longgar.
  • Terlihat kebingungan ketika Anda mencoba untuk mengajaknya berbicara.
  • Terus bergerak meskipun tidak ada respon dari sekitarnya. Lebih cenderung aktif bergerak tanpa stimulasi.
  • Biasanya si kecil hanya menggunakan salah satu bagian tubuhnya. Sebagai contohnya yaitu hanya menggunakan satu tangan atau satu kaki saja untuk bergerak.
  • Kesulitan ketika harus menangkap sebuah benda.
  • Bahkan si kecil sering ngiler pada usia yang seharusnya tidak mengalami hal otersebut.

Demikian beberapa tanda gangguan motorik pada anak. Pemantauan perkembangan anak memang sangat penting sehingga jika ditemukan kelainan bisa dengan segera ditangani dengan baik dan tepat.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517