Kenali Perilaku Anak Yang Berisiko Gejala Gangguan Mental

Setiap orangtua tentunya menginginkan seorang anak yang sehat dan cerdas. Terkadang seringkali banyak kekhawatiran yang dirasakan orangtua terhadap anaknya dalam masa tumbuh kembangnya. Pada dasarnya dalam upaya untuk mendukung tumbuh kembang si kecil bukanlah perkara yang sulit. Anda sebagai orangtua dituntut untuk peka dengan segala kebutuhan anak.

Dalam tahap tumbuh kembangnya, anak-anak seringkali rentan terkena penyakit. Pemicunya tidak lain karena sistem kekebalan tubuh si kecil yang masih belum berfungsi seutuhnya. Namun jika si kecil hanya terkena penyakit secara fisik dan terlihat dengan jelas maka proses penanganannya juga akan lebih mudah. Lalu bagaimana jika si kecil terkena gejala gangguan mental?

Adanya gangguan mental pada anak seringkali tidak disadari oleh kebanyakan orangtua. Bahkan sebagian orangtua beranggapan bahwa anak mereka normal-normal saja. Gejala gangguan mental akan berdampak negatif jika terus menerus dibiarkan. Hal ini sangat beresiko terhadap perkembangan otak si kecil dan bahkan bisa mempengaruhi kemampuan berpikirnya di masa mendatang.

Perubahan emosional dan mental pada anak memang hal yang wajar sesuai dengan tahapan usianya. Namun tetap saja Anda sebagai orangtua harus bisa membedakan antara perubahan yang normal dan abnormal.

Beberapa Perilaku Si Kecil Yang Menunjukan Gejala Gangguan Mental

Terlihat Cemas dan Terjaga Hingga Larut Malam

Nah, salah satu gejala yang perlu Anda waspadai yaitu ketika si kecil selalu terlihat cemas dan tidak bisa tidur pada malam hari. Ini bisa menjadi salah satu indikasi adanya gangguan mental pada anak sehingga membuatnya merasa cemas atau gelisah.

Dalam hal ini Anda sebagai orangtua hendaknya memberikan solusi dan membantu melawan rasa cemas tersebut. Tanyakan pada anak apa penyebab rasa cemas tersebut. Selain itu berikan motivasi pada anak untuk menghilangkan hal tersebut.

Tidak Pernah Lagi Bermain Dengan Teman-temannya

Anak-anak sejatinya senang bermain dengan teman-temannya. Bahkan kebiasaan bermain tersebut seringkali lupa waktu. Namun jika si kecil tiba-tiba tidak lagi bermain dengan teman-temannya maka hal ini bisa jadi salah satu tanda adanya gangguan pada anak.

Banyak hal yang bisa memicu perilaku tersebut. Mulailah untuk bertanya pada anak secara halus dan berikan dukungan serta solusi yang membuat si kecil kembali bersemangat. Jangan membiarkan perilaku seperti itu karena bisa menjadi gejala awal gangguan mental pada anak.

Melukai Diri Sendiri

Perilaku selanjutnya myang perlu diwaspadai yaitu ketika si kecil melukai dirinya sendiri. Jika pada usia lebih kecil kebiasaan memukul atau mencakar diri sendiri mungkin hal yang wajar. Namun jika hal ini terjadi pada usia remaja atau preremaja maka harus diatasi.

Jangan mengabaikan perilaku tersebut terlebih lagi jika menunjukan gejala emosional. Berikan nasihat dan jika perlu berkonsultasilah dengan ahlinya sehingga bisa ditangani dengan baik tanpa mempengaruhi masa depan anak.

Perilaku Kasar dan Agresif

Perilaku anak yang menjadi kasar dan agresif menunjukan ketidakmampuan anak dalam mengendalikan dirinya. Meskipun bisa diatasi namun sebaiknya Anda harus bertindak lebih cepat karena hal ini berisiko sebagai gejala gangguan mental pada anak yang bisa menghambat perkembangannya.

Berkomentar Aneh

Anak-anak yang melontarkan komentar atau pernyataan aneh dan lucu mungkin hal yang wajar. Namun jika usia si kecil beranjak lebih besar dan seringkali hal ini terjadi maka waspadalah karena menandakan adanya stress emosional yang terjadi pada anak.

Demikian beberapa perilaku anak yang sebaiknya jangan dianggap sepele. Dalam membesarkan anak mungkin Anda akan dihadapkan dengan berbagai problema, namun semua itu tentunya akan dengan mudah bisa diatasi jika Anda lebih peka dengan kondisi si kecil. Semoga bermanfaat.

Related Posts

Share This