Kenali Masalah Motorik Pada Anak Sejak Dini

Para orangtua merasa khawatir ketika melihat perkembangan anak yang tidak sesuai dengan tahapan usianya. Hal yang membuat orangtua merasa cemas adalah ketika melihat ketidaksamaan dari perkembangan anak seusianya. Kondisi seperti ini memang wajar terjadi pada setiap orangtua dan diharapkan untuk lebih sigap dalam mencari penyebabnya sehingga bisa melakukan penanganan dan antisipasi sejak dini mengenai masalah perkembangan yang terjadi pada anak.

Motorik Pada Anak

Untuk mengetahui perkembangan motorik pada anak, Anda bisa mengembangkannya melalui berbagai macam kegiatan sehari-hari sehingga dengan begitu bisa di kenali segi keterlambatan anak. Pada umumnya perkembangan motorik pada bayi terjadi secara berurutan. Salah satu contohnya yaitu dimulai dari kemampuan bayi untuk merangkak, berjalan, memanjat, melompat dan pergerakan lain sesuai dengan tahapan usianya. Namun terkadang tidak semua bayi memiliki urutan yang sama di setiap tahapan usianya.

Pentingnya melakukan pengawasan terhadap perkembangan anak adalah untuk mengetahui gangguan sensor motorik pada anak sejak dini sehingga ketika terjadi keterlambatan bisa dilakukan penanganan dengan cepat. Pada umumnya gangguan motorik pada bayi bisa dideteksi sejak usia dini, salah satunya ketika bayi berusia enam bulan. Anda bisa melihat kesesuaian antara perkembangan bayi dengan tahapan usianya tersebut.

Ciri-ciri Masalah Motorik Pada Anak

Gangguan motorik pada bayi bisa di kenali dengan cara membedakan hal tersebut menjadi gangguan motorik kuantitatif dan kualitatif. Salah satu contoh gangguan kualitatif pada bayi yaitu kondisi kaki yang kaku. Sedangkan gangguan kuantitatif terjadi sesuai dengan tahapan usia, contohnya ketika bayi memasuki usia yang seharusnya sudah bisa berjalan tapi bayi masih merangkak. Nah, maka dari itu penting sekali bagi para orangtua untuk memantau perkembangan bayi di setiap tahapan usianya.

Berikut ini ada beberapa ciri gangguan perkembangan motorik yang terjadi pada anak. Ciri-ciri tersebut bisa Anda kenali dengan jelas dan segera berkonsultasi dengan dokter apabila anak Anda mengalami hal tersebut.

  • Anak masih terlihat berjalan jinjit walaupun sudah memiliki kemampuan untuk berjalan secara normal
  • Terlihat bingung ketika diajak berkomunikasi atau berbicara
  • Keterampilan motorik anak Anda mengalami kemunduran
  • Anak mengalami kekakuan pada beberapa anggota tubuhnya
  • Ketika bergerak, anak cenderung hanya menggunakan salah satu bagian tubuhnya saja. Misalnya hanya menggunakan satu kaki atau satu tangan tanpa menggunakan keduanya.
  • Keterlambatan dalam kemampuan berjalan meskipun usianya sudah memasuki tahapan untuk berjalan
  • Otot-otot pada tubuh anak cenderung lemas sehingga seringkali anak akan terlihat kesulitan untuk menggenggam atau menangkap benda
  • Anak terus bergerak atau terlalu aktif meskipun tidak ada respon dari lingkungan sekitarnya
  • Kebiasaan ngences (ngiler) meskipun usianya sudah melewati tahapan tersebut

Nah, itulah ciri-ciri paling mendasar dari anak yang mengalami gangguan motorik. Apabila salah satu dari ciri-ciri tersebut terdapat pada anak Anda sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter sehingga bisa dilakukan penanganan sejak dini.

Related Posts

Share This