Karena Idap Hidrosefalus, Kepala Balita Ini Berukuran 58 cm

Di usianya yang masih 14 bulan, seorang anak perempuan yang memiliki nama Dhabuhi Parmar dengan terpaksa harus berbaring dengan sangat lemah di atas tempat tidurnya, dengan keadaan kepala yang semakin hari semakin membesar, hal ini dikarenakan Dhabuhi mengidap penyakit hidrosefalus. Bahkan bocah malang ini hanya mampu menatap dengan kosong ke atas langit-langit tanpa bisa menggerakkan bagian tubuhnya, walaupun yang terkecil.

Bahkan dokter juga mengatakan, kalau kondisi yang dialami oleh Dhabuhi hanya bisa diatasi dengan ia menjalankan prosedur operasi darurat. Namun sangat disayangkan, kedua orangtua bocah malang ini Hitesh Parmar yang berusia 22 tahun dan Shakuntala ibunya yang berusia 21 tahun tidak memiliki biaya yang cukup untuk membiayainya. Karena orangtua Dhabuhi hanya seorang buruh di lading yang hanya memiliki penghasilan sebesar Rp 1,3 juta setiap bulannya. Oleh karena itu, kini orangtua Dhabuhi hanya mengharapkan adanya keajaiban demi kesembuhan buah hatinya.

“Badannya yang besar membuat dia tidak bisa duduk dan merangkak. Dia hanya bisa terbaring dan mendongak. Saya tidak tahu mengapa hal ini bisa terjadi pada putri kami. Dulunya, kami sangat senang ketika dia lahir. Tapi melihat kondisinya saat ini sungguh membuat hati kami hancur,” ungkap Hitesh seperti yang dilaporkan dari Caters News yang kami kutip dari health.detik.com pada Senin (28/9/2015).

Awal mulanya, Shakuntala melihat kalau ada hal yang memang tidak beres dengan perkembangan buah hatinya, ketika usia Dhabuhi menginjak 2 bulan. Ketika itu, anaknya memiliki ukuran kepala yang jauh lebih besar dari ukuran kepala anak-anak yang seusia dengannya, bahkan hal tersebut juga jika dibandingkan dengan kepala yang dimiliki oleh kakaknya, Mehul.

Dan ketika itu, Shakuntala dan suamipun membawa Dhabuhi ke rumah sakit lokal, dan oleh dokter yang bertugas di rumah sakit tersebut mereka akhirnya di rujuk ke rumah sakit yang memang memiliki fasilitas yang mendukung. Akan tetapi, lagi-lagi keluarga mereka harus terhambat oleh masalah biaya pengobatan.

Dan akhirnya Shakuntala memutuskan untuk meminjam uang, dan hanya memberikan pengobatan yang tidak berpengaruh besar untuk Dhabuhi. Dan pada akhirnya, keadaan Dhabuhi tidak kunjung membaik, dan ukuran kepalanya semakin hari semakin membesar.

Setiap paginya sebelum Shakuntala pergi untuk bekerja, biasanya Shakuntala akan memberikan Dhabuhi susu dengan memanfaatkan sendok, dan membersihkan tubuhnya dengan kemudian membersihkan seluruh bagian tubuh Dhabuhi. Dan selama kedua orangtuanya bekerja, Dhabuhi di temani oleh neneknya, Geetha.

“Saya takut kepalanya akan meledak suatu saat nanti karena ukurannya sangat besar. Dokter mengatakan Dhabuhi tidak akan bertahan lebih dari setahun. Sampai saat ini saya selalu berdoa untuk kesembuhannya. Putri saya seharusnya tidak hidup seperti ini,” terang Shakuntala, ibu dari Dhabuhi.

Disamping itu, seorang spesialin neurologi anak yang bertugas di Hospital, New Delhi, yang bernama dr Vineet Bhushan menjelaskan, kalau hidrosefalus ini merupakan salah satu kondisi dimana cairan cerebrospinal telah terakumulasi di bagian dalam otak. Bahkan pada kasus yang lebih parah lagi, pasien umumnya akan susah untuk berbicara bahkan mereka akan kehilangan indera penglihatannya.

Bahkan dengan ukuran kepala seorang anak yang memang ukurnnya terlalu besar juga bisa membuat si penderita tidak mampu untuk duduk, dan ia hanya mampu berbaring di atas tempat tidurnya.

“Penanganan yang umum dilakukan yakni memasang tabung tipis ke dalam otak untuk mengalirkan kelebihan cairan dari otak ke rongga tubuh lainnya. Untuk biaya operasi bisa berkisar Rp 100-200 juta,” ungkap dr Bushan.

Dikarenakan banyaknya masyarakat yang memang peduli dengan keadaan si kecil Dhabuhi, maka akhirnya saat ini banyak masyarakat yang melakukan penggalangan dana yang bertujuan untuk membantu si kecil Dhabuhi dalam proses pengobatan.

Related Posts

Share This