Jika Daging Disebut Pemicu Kanker, Kita Makan Apa?

Mungkin Anda sudah membaca artikel atau bahkan berita mengenai daging yang di olah dalam bentuk makanan apapun bisa memicu munculnya sel-sel kanker dalam tubuh, bahkan daging yang masih segar juga di sebut memiliki sifat karsinogen terhadap manusia, dan pernyataan tersebut dikeluarkan langsung oleh WHO.

Bukan hanya itu, selain daging ternyata gula juga di sebut bisa menyebabkan kecanduan terhadap orang yang mengkonsumsinya, sama halnya seperti narkoba. Nah, jika semua makanan memiliki dampak yang negative untuk tubuh kita, lantas makanan seperti apa yang baik untuk di konsumsi agar kesehatan tubuh kita tetap terjaga?
Sebenarnya untuk menjawab pertanyaan ini cukup mudah. Berdasarkan ungkapan sejumlah ahli, sebaiknya kita harus bisa meniru gaya makan orang-orang Mediterani, yaitu dengan memperbanyak asupan sayur-sayuran, buah-buhan, kacang-kacangan serta membatasi asupan daging juga susu, karena jelas daging dan susu yang di konsumsi secara berlebih bisa memberikan efek yang sangat buruk untuk kesehatan.

Bahkan, ada beberapa diantaranya para peneliti yang menunjukkan bahwa kunci utama agar umur kita panjang serta beresiko rendah terkena serangan sel kanker juga beberapa penyakit mematikan lainnya yaitu dengan mengikuti pola makan ala Mediterania.

Pola makan tersebut juga dipercaya mampu membantu bagian otak kita agar tetap dalam keadaan sehat. Belum lagi, pola makan ini juga akan menghindarkan kita dari kegemukan, yang pastinya mampu membuat kita merasa lebih percaya diri.

Sebenarnya, menjalankan pola makan yang sehat ala Mediterania tidak begitu sulit. Karena kuncinya hanya satu, yaitu dengan mengisi setengah piring kosong Anda dengan beberapa jenis sayuran juga kacang-kacangan.

Jika kita ingin mengkonsumsi ikan atau bahkan daging ayam, maka setidaknya kita bisa mengkonsumsi makanan tersebut dua kali dalam satu minggu. Dan untuk cemilan sehat Anda, maka Anda bisa memilih beberapa jenis buah atau bahkan kacang-kacangan. Sementara itu, untuk asupan karbohidrat Anda, maka Anda dianjurkan untuk memilih karbohidrat kompleks, yaitu seperto nasi merah, oatmeal dan juga serealia utuh.

Pertanyaannya, bagaimana jika kita tidak bisa menghindari daging? Jika Anda tidak bisa menghindari daging, maka Anda bisa membatasi asupan daging tersebut. Karena sebuah penelitian menunjukkan, daging olahan dalam jumlah sebanyak 50 gram bisa meningkatkan resiko kanker kolorektal sampai 18 persen banyaknya.

Dan jumlah tersebut patsinya setara dengan dua atau bahkan tiga iris bacon. Maka dari itu, jika Anda tidak bisa menghindari untuk mengkonsumsi daging, maka Anda bisa membatasi asupannya secara bertahap saja. Karena itu jauh lebih baik.

Lagi pula, walaupun daging di sbeut mampu meningkatkan resiko kanker, namun bukan berarti Anda akan terkena kanker. Kuncinya yaitu, jika Anda memang ingin mengkonsumsi daging, maka Anda bisa menjadikan menu tersebut sebagai menu istimewa Anda, bukan menu harian Anda.

Related Posts

Share This