Jenis-jenis Persalinan Dengan Induksi

Induksi persalinan adalah salah satu tindakan yang banyak di lakukan pada seorang ibu hamil guna merangsang munculnya kontraksi terhadap rahim, sehingga proses persalinan bisa terjadi lebih cepat. Dari yang awalnya tidak terlihat adanya tanda-tanda melahirkan setelah itu di lakukan tindakan, sehingga terjadilah kontraksi. Hal ini di lakukan oleh para medis guna mempermudah janin yang ada di dalam kandungan agar bisa keluar dengan cara yang normal.

Persalinan dengan induksi ini akan di lakukan karena beberapa faktor, salah satunya yaitu ketika usia kehamilan sudah memasuki waktu yang telah di tentukan, namun masih belum terlihat adanya tanda-tanda melahirkan. Dan jika melebihi waktu persalinan, maka masalah yang akan muncul yaitu keadaan plasenta yang memang tidak bisa memberikan nutrisi juga pertukaran antara CO2/’O2 yang setelah itu janin yang ada di dalam kandungan memiliki resiko yang cukup besar mengalami kematian di dalam rahim.

Dan berikut ini ada beberapa persalinan induksi atau induksi persalinan yang harus Anda ketahui, yaitu sebagai berikut:

  1. Infus Oksitosin

Keadaan hormon yang di hasilkan oleh infus oksitosin bisa mengakibatkan terjadinya kontraksi pada otot polos uterus yang nantinya bisa di gunakan pada dosis farmakologik yang nantinya bisa menginduksi proses persalinan. Sebelum janin dalam kandungan lahir dalam proses persalinan yang muncul secara spontan, akan tetapi keadaan rahim juga sangat peka oleh oksitosin. Pada proses persalinan tersebut di mulai, keadaan serviks mampu berdilatasi yang setelah itu bisa memulai reflex neural yang memang bisa menstimulasi lepasnya oksitosin serta kontraksi uterus pada tahapan selanjutnya.

  1. Prostaglandin

Pemberian jenis induksi ini mampu merangsang sejumlah otot juga termasuk otot rahim. Penggunaan prostaglandin dilakukan sebagai salah satu induksi yang terjadi pada persalinan yang memang terdapat dalam jenis infus intravena atau bahkan pada nalador dan juga pervaginam.

  1. Cairan hipertonik intra uteri

Pemberian jenis cairan ini biasanya di gunakan untuk merangsang terjadinya proses kontraksi yang terjadi pada rahim ketika terjadinya kematian terhadap janin yang ada di dalam kandungan.

  1. Amniotomi artifisialisis

Cara ini di lakukan dengan memecahkan cairan ketuban, baik di lakukan pada bagian bawah depan, atau fore water maupun bagian belakang, atau bahkan hind water dengan cara menggunakan alat-alat yang di khususkan untuk melakukan cara ini, yaitu drewsmith catheter juga omnihook yang biasanya dikombinasi dengan cara memberikan oksitosin pada ibu hamil.

  1. Menggunakan Foley Catheter

Cara ini di lakukan agar bisa mematangkan bagian serviks serta proses induksi persalinan.

  1. Rangsangan pada putting susu

Rangsangan ini juga bisa mempengaruhi hipofisus posterior yang memang bisa mengeluarkan oksitosis, yang memang bisa mengakibatkan kontraksi terhadap rahim ibu hamil. Rangsangan yang di berikan yaitu dengan cara melakukan pijatan ringan dengan menggunakan ibu jari pada bagian aroela.

Related Posts

Share This