Inilah Caranya Agar Temulawak Memiliki Manfaat yang Lebih

Dari zaman dulu, jamu yang terbuat dari temulawak memang sudah sangat popular digunakan sebagai multivitamin agar nafsu makan bisa bertambah. Bukan hanya itu, bahkan temulawak sendiri sudah banyak di gunakan dalam produksi obat-obatan fitofarmakan yang mana memiliki manfaat dalam menjaga fungsi dari liver.

Namun walaupun seperti itu, hanya beberapa jenis temulawak yang memang bisa kita gunkana sebagai obat trdasional herbal. Prof Yonny Koesmasryono, PhD, Profesor bidang Geofarmaka yang memang sekaligus Wakil dari Rektor Institut Pertanian di kota Bogor menyebut, bahwa zat yang memailiki pengaruh yang sangat besar untuk proses pengobatan segala jenis penyakit yaitu curcumin. Dan kandungan curcumin yang berada dalam temulawak inilah yang ternyata memiliki manfaat yang banyak.

“Jadi bukan dari temulawaknya langsung. Karena dia tanaman umbi, maka 90 persen dari kandungan yang ada di umbinya itu air. Kan yang bermanfaat itu curcuminnya. Sementara kandungan curcuminnya mungkin hanya 2 persenan,” ungkap Prof Yonny seperti yang di lansir dari health.detik.com (15/8/2015).

Bahkan Indah Yuning Prapti, SKM, MKes, seorang wanita tangguh yang menjabat sebagai Kepala Balai Besar Penelitian serta Pengembangan Sejumlah Tanaman Obat juga Obat-obatan Tradisional Tawangmangu juga menyebutkan, bahwa manfaat yang dimiliki oleh temulawak ini berasal dari kedua zat aktif yang memang berada di dalam kandungan temulawak tersebut, dan itu sangat baik jika di konsumsi.

Kedua zat tersebut yaitu curcumin juga Santorizol. Curcumin, zat yang memang berfungi juga bermanfaat dakam meningkatkan nafsu makan seseorang, serta bisa menjaga kinerja sistem hati sampai mampu meningkatkan serta menjaga kekebalan tubuh juga menjaga kesehatan sistem saluran pencernaan.

Sedangkan zat Santorizol, memiliki manfaat yang lebih baik dalam menjaga serta merawat kesehatan kulit agar lebih cantik juga sehat. Dan kedua jenis zat ini bisa Anda dapatkan serta Anda gunakan setelah temulawak tersebut diekstrak terlebih dahulu dari temulawak itu sendiri ketika di musim panen tiba.

“Jadi baru panen setiap 8 bulan. Hasilnya juga beragam tergantung varietas dan lokasi. Kalau kami di Tawangmangu kualitasnya bagus, bisa sampai 3 persenan. Tapi petani biasa kalau salah menanam mungkin hanya sedikit, 1 persenan. Dijual pun satu kilogram cuma Rp 1.000,” tutur Indah .

Bukan hanya lokasi juga varietas, iklim serta proses manajemen dalam mengelola jenis tanaman ini akan menhhasilkan pengaruh yang buruk terhadap kualitas dari curcumin yang di hasilkan oleh temualawak tersebut. Bahkan Prof Yonny menyebutkan, bahwa beberapa jenis temulawak nantinya mampu menghasilkan kandungan curcumin dalam jumlah yang lebih banyak lagi ketika temulawak tersebut di buat stres. Dikarenakan manajemen dalam pengelolaan temulawak ini tidak bisa dilakukan dengan sembarang cara.

“Riset kami membuktikan temulawak yang ditumbuhkan di laboratorium dan dibuat stres kandungan curcuminnya bisa sampai 4 persen. Ini sudah termasuk tinggi. Tinggal bagaimana apa yang dilakukan di lab bisa di aplikasikan di perkebunan,” tuturnya lagi.

Untuk waktu kedepan, Prof Yonny juga menyebutkan, untuk mengatasi hal tersebut harus dilakukannya cara yang baik supaya kandungan curcuma yang ada di dalam temulawak ternyata bisa memiliki manfaat yang banyak dari sebelumnya. Dan salah satu cara yang memang bisa dilakukan yaitu dengan mengubah curcuma menjadi non-curcuma, sehingga ukurannya jauh lebih kecil serta bisa diserap oleh tubuh dengan cara yang baik pula.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517