Inilah Cara Tepat Memberikan ASI Perah Menggunakan Cangkir

Setiap ibu pastinya selalu memiliki cara yang baik guna memberikan ASI yang telah do perah kepada buah hatinya. Ada di antaranya sebagian ibu yang memang memilih untuk menggunakan dot dalam pemberian ASI perah, namun ada juga diantaranya yang lebih memilih untuk menggunakan cangkir khusus bayi atau bahkan menggunakan sendok.

Namun penting untuk bunda ketahui, bahwa kalau si kecil di suapi ASI dengan menggunakan sendok, maka kemungkinan besar si kecil akan rewel. Nah, berdasarkan saran dari Dr Jeane-Roos Tikoalu SpA, IBCLC yang berasal dari RS Pondok Indah-Puri Indah, memberikan ASI perah menggunakan sendok memang dibutuhkan kesabaran yang besar serta butuh waktu yang cukup lama. Diibaratkan dngan orang yang tengah makan, setelah itu piringnya di ambil, maka hal ini akan terasa sangat tidak nyaman. Dan hal itulah yang juga di rasakan oleh si kecil ketika bunda memberikan ASI perah dengan menggunakan sendok.

Cara Tepat Memberikan ASI Perah

Dr Jeanne menyebutkan, “baiknya sih beri ASI perah pakai cangkir, meskipun perlu latihan. Caranya, posisikan bayi setengah duduk, lalu perlahan diberikan ASI-nya, bukan dituang ya. Untuk bayi di bawah dua bulan dia akan menjilat ASI-nya, tapi di atas usia dua bulan, ASI akan diseruput.”

Ketika bunda telah memposisikan si kecil setengah duduk, maka bunda bisa langsung menempelkan cangkir yang di gunakan untuk ASI perah ini di bibir bagian bawah si kecil. Setelah itu, alirkan sedikit demi sedikit ASI agar terkena kebagian lidah, namun tetap jangan memberikan ASI perah dalam jumlah yang terlalu banyak. Untuk bayi yang masih berusia di bawah dua bulan, banyaknya cairan yang memang masuk kedalam rongga mulutnya akan membuat si kecil secara reflex menyemprotkannya kembali ke luar.

Dan hal ini langsung di sampaikan oleh Dr Jeanne setelah selesai menghadiri seminar yang membahas mengenai ASI dengan tema “Meningkatkan Keberhasilan Menyusui pada Ibu Bekerja: Upaya Meningkatkan Produktivitas Kerja” yang di gelar di Gedung Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, sama seperti yang ditulis pada hari Rabu (21/4/2015).

Dr Jeanne juga menambahkan, bahwa bunda bisa mengalirkan ASI perah yang ada di dalam cangkir dengan cara sedikit demi sedikit, setelah itu lihat respon yang di berikan si kecil. Setelah itu, si kecil pasti menjilat-jilat, dan kemudian secara perlahan bunda bisa memberikan ASI bukan menuangnya, jadi bunda bisa mengikuti gerakan lidah si kecil. Bunda juga jangan lupa untuk mengalasi dada si kecil. Namun satu hal yang harus bunda ingat, bahwa memberikan ASI perah dengan menggunakan cangkir ada latihan khusus yang harus di ketahui, dan bunda bisa mendapatkan pelatihan itu misalnya dari kelas untuk menyusui.

Wanita cantik yang memailiki rambut pendek ini juga menuturkan, bahwa memberikan ASI perah pada si kecil memang sangat jauh berbeda dengan ibu yang menyusui secara langsung. Ketika si kecil menyusu, maka ia akan merasakan hangatnya dekapan seorang ibu, maka dari itu kebutuhan dasar si kecil yaitu asih, asuh, juga asah bisa terpenuhi dengan baik. Bukan hanya itu, menyusui secara langsung juga bisa membuat si kecil mengetahui bahwa ia tengah berdekapan dengan orang yang sangat penting, yaitu ibu.

Dengan demikian, maka si kecil akan merasakan kenyamanan dari ibu, sehingga nantinya ketika ia menghadapi dunia luar, maka dia akan merasakan kenyamanan karena adanya ibu dan si kecil akan memperoleh rasa percaya diri yang besar dan kuat ketika ia harus berinteraksi bersama orang lain yang berada di sekitarnya, itulah yang di ungkapkan oleh Dr Jeanne. Bukan hanya itu, Dr Jeanne juga menekankan, ketika ibu kerja itu bukan berarti ibu tidak bisa memberikan kasih saying yang lebih kepada buah hatinya.

Dr Jeanne juga memaparkan, “saat cuti manfaatkan kesempatan untuk menyusui anak langsung. Saat di kantor, perah ASI setidaknya 3 jam sekali. Saat ibu pulang manfaatkan waktu dengan bayi, susui langsung. Jadi bayi belajar ada waktu terjadi pemisahan, tapi nanti ibunya kembali lagi. Dari awal, kita bisa kasih tahu sambil mengasah otaknya bahwa si mamanya ini memang pergi sementara tapi nanti akan kembali lagi.”

Guna menjamin adanya pelekatan, maka bunda harus memposisikan si kecil saat menyusui senyaman mungkin. Dr Jeanne menyebutkan, bahwa seorang bunda harus memastikan kalau telingan juga bahu si kecil ada pada satu garis lurus. Bunda juga harus memposisikan si kecil menempel dengan tubuh bunda bukan dekat dengan lengan bunda. Wajah si kecil juga harus di hadapkan pada payudara dan berada tepat di depan putting payudara bunda. Jika keadaan si kecil tengah terlentang dan kepala si kecil menoleh saat menyusui, maka dia akan cepat merasakan pegal dan tidak nyaman. Dengan kondisi seperti ini, maka posisi mulut si kecil juga bisa melekat ke bagian aerola ibu.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517