Hal yang Harus Dilakukan Saat Ibu Hamil Jatuh

Semakin besar usia kehamilan, maka semakin banyak pula perubahan yang terjadipada ibu hamil. Salah staunya yaitu berat badan. Dan pertambahan berat badan ibu hamil ini umumnya dipengaruhi oleh berat badan janin yang ada di dalam kandungan, yang beratnya mencapai 2,5-3,5 kg), plasenta dengan berat 500-600 g, serta berat air ketuban yang berperan sebagai pelindung si janin.

Dan perubahan berat badan inilah yang memang bisa menyebabkan ibu hamil kehilangan keseimbangan tubuhnya, sehingga bisa membuatnya mudah terjatuh. Bukan hanya itu, ada juga beberapa penyebab yang memang tidak kalah pentingnya, yang memang sebaiknya Anda hindari, salah staunya yaitu keadaan lantai yang licin.

Terjatuh saat hamil tidak boleh dianggap sepel. Karena pasalnya, terjatuh saat hamil bisa menyebabkan trauma terhadap tekanan yang memang ditimbulkan oleh benda tajam atau bahkan benda tumpul, dan trauma ini pastinya bisa menycederai janin juga ibu hamil itu sendiri.

Trauma tersebut juga bisa berdampak secara langsung atau bahkan secara tidak langsung. Diantaranya seperti ibu hamil yang menjadi mengalami stress juga khawatir. Dan stress inilah yang nantinya bisa memicu munculnya kontraksi. Dan jika terjadi kontraksi yang kuat dan berlangsung secara terus-menerus, maka bisa menyebabkan air ketuban menjadi pecah.

Nah, jika Anda terjatuh, maka ada beberapa hal yang harus Anda amati, terutama terkait kondisi kehamilan Anda, diantaranya yaitu:

1. Terjadi Perdarahan atau tidak

Walaupun hanya sebatas flek, namun Anda harus tetap waspada jika Anda terjatuh. Dan Anda dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke DSOG guna memeriksa kondisi janin yang ada di dalam kandungan. Dan jika hanya terjadi flek, maka Anda bisa memeriksakannya saja pada dokter atau bidan yang biasa menangani Anda. Namun jika Anda mengalami pendarahan hebat, maka sebaiknya ibu hamil segera di bawa ke rumah sakit.

2. Ketuban Pecah atau tidak

Jika Anda merasa adanya air yang mengalir, maka segeralah konsultasikan hal tersebut pada dokter. Tujuannya yaitu, agar air ketuban yang mengalir tidak bertambah banyak, yang memang bisa menyebabkan kontraksi, persalinan prematur serta terjadinya infeksi pada bayi.

3. Masih ada gerakan janin atau tidak

Anda bisa memantau gerakan janin yang ada di dalam kandungan, apakah janin masih bisa bergerak setiap perjamnya atau bahkan tidak? Dan jika janin tidak bergerak dalam beberapa jam, maka sebaiknya Anda memeriksakan diri pada dokter guna melihat gerakan si kecil melalui USG.

4. Terjadi kontraksi atau tidak

Kontraksi merupakan adanya gerakan otot rahim secara stimulasi, sehingga dinding rahim akan terasa sangat rileks serta mengeras secara bergantian. Umumnya, kaum awam akan menyebut hal tersebut seperti mules atau melilit yang berlebihan. Nah, biasanya kontraksi ini akan Anda rasakan jika memasuki masa persalinan, dan jika muncul sbeelum waktunya tiba, maka segeralah periksakan pada dokter.

Related Posts

Share This