Hal-hal Yang Menyebabkan Kemandulan atau Infertilitas

Mitos dan Fakta Mengenai Infertilitas

Mempunyai keturunan dalam sebuah perkawinan merupakan hal yang sangat dinantikan oleh setiap pasangan suami isteri, akan tetapi tidak sedikit yang merasa kecewa karena tak kunjung mendapatkan keturunan setelah sekian lama mereka menikah. Dalam hal ini seringkali ada pihak yang disalahkan, baik pria maupun wanita biasanya saling menyalahkan tanpa mengetahui terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab mereka sulit untuk mendapatkan keturunan.

Kemandulan atau Infertilitas

Banyak faktor yang bisa menyebabkan pria ataupun wanita bermasalah dalam sistem reproduksi mereka, akan tetapi banyak pula mitos yang ada di masyarakat seputar infertilitas tersebut. Meskipun sebenarnya sudah banyak penelitian dan kajian ilmiah yang mengungkap tentang penyebab dari suami isteri sulit untuk mendapatkan keturunan, masyarakat lebih percaya dengan mitos-mitos daripada fakta dari hasil penelitian para ahli kesehatan. Infertilitas sendiri bisa disebabkan atau dipengaruhi oleh banyak hal seperti kualitas sperma, kesehatan organ reproduksi, penyakit dan banyak lagi.

Sebenarnya sebagian besar infertilitas bisa ditangani, yang terpenting adalah dengan mengetahui apa saja penyebab infertilitas tersebut dan melakukan konsultasi dengan dokter ahli untuk menangani masalah tersebut.

Apa Saja Mitos dan Fakta Mengenai Infertilitas?

Bentuk Penis, banyak orang yang beranggapan kalau bentuk penis pada saat ereksi tidak simetris itu menjadi penyebab sulitnya untuk mendapatkan keturunan. Pada kenyataanya keadaan tersebut bukanlah sebuah ancaman besar untuk tidak bisa mendapatkan keturunan karena kelengkungan penis tidak akan mempengaruhi tingkat kesuburan dari seorang pria, kecuali terdapat kelainan tertentu.

Kualitas Sperma, wanita sering kali beranggapan ketika sulit mendapatkan keturunan itu disebabkan oleh kualitas sperma pasangannya yang buruk. Sebenarnya kualitas dan kuantitas sperma bukanlah penyebab utama infertilitas karena bisa saja sperma tidak mampu bertahan sebelum sampai pada sel telur. Hal ini diakibatkan oleh suhu yang tinggi sehingga membunuh sperma.

Penggunaan obat penunda haid, obat penunda haid biasanya dipake oleh wanita yang ingin cepat mendapat keturunan dengan tujuan untuk tidak mendapatkan haid. Namun, ketika berhenti memakai obat tersebut dan tidak mendapat keturunan, seringkali wanita menyalahkan penggunaan obat tersebut. Faktanya obat penunda haid tidak ada hubungannya dengan masalah infertilitas karena ketika sesudah dihentikan pemakaiannya, organ reproduksi pada wanita akan kembali normal dan akan kembali mendapatkan siklus haid bulanan.

Sperma terlalu encer, kekentalan sperma tidak berpengaruh terhadap infertilitas karena meskipun sperma yang keluar encer pada saat orgasme, pasti ada sperma yang kental menempel pada mulut vagina dan akan segera berenang untuk membuahi sel telur.

Berat badan, mitos tentang kelebihan berat badan atau obesitas seringkali menjadi hal yang paling banyak dibicarakan ketika seseorang yang mempunyai kelebihan berat badan tidak mendapatkan keturunan. Akan tetapi hal ini tidak sepenuhnya benar karena sudah banyak fakta wanita ataupun pria yang gemuk bisa mendapatkan keturunan.

Stress bisa menyebabkan infertilitas, stres seringkali dikaitkan dengan masalah infertilitas atau ketidaksuburan, namun pada kenyataannya stres tidak berpengaruh pada tingkat kesuburan, stres hanya mempengaruhi gairah untuk seks.

Infertilitas hanya menjadi masalah wanita, seringkali banyak mitos yang menganggap kalau wanita infertilitas hanya terjadi pada wanita saja, akan tetapi faktanya hal ini tidaklah benar karena 40% ketidaksuburan juga dialami oleh pria.

Hanya pria usia tua yang infertilitas, mitos ini tidak sepenuhnya benar karena infertilitas bisa saja terjadi pada pria muda. Jadi usia tidaklah menjadi indikator untuk kesuburan seseorang.

Orang yang telah melahirkan sekali, tidak akan infertilitas, hal ini tidak sepenuhnya benar dan menjadi jaminan karena banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang setelah mempunyai satu anak, baik itu faktor usia ataupun gaya hidup sehari-hari yang berpengaruh pada infertilitas.

Mitos tentang masalah infertilitas memang banyak berkembang di masyakat luas, akan tetapi hal ini jangan dijadikan suatu hal yang harus dipercayai, karena mitos-mitos tersebut tidak sepenuhnya benar. Kesuburan ataupun ketidaksuburan akan sangat bergantung pada gaya hidup dan usaha kita dalam hal untuk mendapatkan keturunan. Mitos itu bukan untuk dipercaya, melainkan dicari kebenaran dan kenyataannya.

Related Posts

Add Comment

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517