Hal-hal yang Harus Anda Ketahui Tentang Bayi Kembar Dalam Kandungan

Bayi kembar dalam kandungan. Kehamilan kembar merupakan salah satu hal yang intimewa bagi Anda serta bagi keluarga Anda, sama halnya dengan keistimewaan dalam proses perawatan si kembar sejak dalam kandungan.

Nah, bagi Anda yang tidak pernah menduga mendapatkan kehamilan bayi kembar, maka Anda tidak sendiri. Karena masih banyak juga dari mereka ibu hamil yang mengandung bayi kembar. Dalam merawat bayi kembar serta memantau perkembangan janin kembar dalam kandungan, maka Anda sangat membutuhkan informasi serta pemahaman yang baik, sehingga bisa membantu Anda dalam menjaga kesehatan Anda serta kedua janin Anda yang ada di dalam kandungan.

Nah, di bawah ini ada beberapa hal yang harus Anda ketahui terkait kehamilan kembar serta perkembangan bayi dalam kandungan, yaitu sebagai berikut:

  1. Besar kemungkinan hamil kembar terjadi pada usia 30 hingga 40 tahun

Mungkin Anda pernah mendengar ungkapan, jika semakin tua maka Anda akan semakin sulit untuk mendapatkan kehamilan. Namun tanpa banyak yang mengetahui, bahwa usia lanjut sebenarnya bisa meningkatkan kemungkinan mendapatkan kehamilan kembar. Setelah Anda berusia 25 tahun, atau bahkan di usia yang berkisar 30-n dan 40-an, maka keadaan siklus ovulasi tidak akan teratur lagi. Dan setelah itu kemungkinan untuk berovulasi pada dua folikel di waktu yang bersamaan, sehingga kemungkinan besar bisa mengalami kehamilan bayi kembar.

  1. Memerlukan asam folat yang lebih banyak pada kehamilan kembar

Wanita hamil dengan keadaan bayi kembar pastinya sangat membutuhkan lebih banyak asupan asam folat guna membantu mencegah terjadinya cacat lahir. Asam folat juga dikenal sebagai zat yang bisa mengurangi resiko cacat lahir tabung syaraf seperti spina bifida.

  1. Ibu yang mengalami kehamilan kembar memerlukan konsultasi dengan dokter lebih intens

Penting untuk anda ketahui, bahwa pada kehamilan bayi kembar sangat membutuhkan pemantawan yang lebih jika dibandingkan dengan kehamilan tunggal. Bahkan dokter kandungan juga akan melakukan pemeriksaan yang jauh lebih intens dari pada kehamialn tunggal, dan hal ini dilakukan berkaitan dengan janin kembar yang ada di dalam kandungan.

  1. Mengalami mual dan muntah (Morning sickness) lebih buruk dari kehamilan tunggal

Nah, biasanya di kehamilan kembar ibu akan mengalami morning sickness yang jauh lebih berat jika dibandingkan dengan kehamilan tunggal. Dan salah satu hal yang menyebabkan morning sickness yaitu tingginya tingkat human chorionic gonadotropin dan kadar hormon ini jauh lebih tinggi pada kehamilan kembar.

  1. Ibu hamil kembar dapat meningkatkan berat badan dari kehamilan biasa

Biasanya pada kehamilan kembar, berat badan ibu hamil biasanya akan jauh lbeih tinggi, karena adanya dua bayi di dalam kandungan, dua plasentam serta jumlah air ketuban yang jauh lebih banyak. Rata-rata kenaikan berat badan ibu hamil kembar yaitu sekitar 15-17 kg, berbeda dengan kehamilan tunggal, yang biasanya kenaikkannya hanya sekitar 12 kg.

Related Posts

Share This