Gadis Ini Terserang Stroke di Usianya yang Masih Belia

Umumnya penyakit stroke dialami oleh orang-orang dewasa, terutama mereka yang memang telah lanjut usia. Akan tetapi dalam kasus ini, stroke yang umumnya dialami oleh orang dewasa dialami juga olah seorang anak perempuan yang memang usianya masih terbilang belia, yaitu 11 tahun. Anak malang itu bernama Shannon Manning yang berasal dari Inggris.

Shannon dinyatakan terserang stroke setelah bagian kepalanya terbentur, dikarenakan ia terjatuh dari tempat tidur ketika ia tengah bermain dengan saudaranya. Dan ketika itu, Shannon mengalami kesakitan di bagian kepalanya, dan tak lama setelah itu, bentuk wajah di bagian sisi kirinya mengalami perubahan.

Ibu Shannon, Andrea Wilkinson, melihat kalau ada sesuatu yang tidak beres pada ibunya. Kemudian Shannon dilarikan ke Alder Hey Children’s Hospital di Liverpool. Dan ternyata kecelakaan yang dialaminya itu menyebabkan bagian pembuluh darah Shannon pecah dan memicu terjadinya pendarahan pada bagian kepala.

Stroke yang dialami gadis ini membuat sebagian tubuh bafgian kirinya mengalami kelumpuhan. Bahkan Shannon pun harus berbulan-bulan dirawat di rumah sakit. Dan kini usia Shannon telah menginjak angka 12. Dan ia dikabarkan telah keluar dari rumah sakit, bahkan ia juga sudah bisa berjalan setelah sekian lamanya menjalankan proses terapi.

“Melihat Shannon berjalan lagi saya sangat senang dan bangga, tapi pada saat bersamaan saya ingat dia sudah 11 tahun dan seharusnya tidak melakukan ini lagi. Rasanya ia seperti kembali menjadi bayi lagi,” kata ibu Shannon yang di kutip dari health.detik.com pada hari selasa (29/09/2015).

Sebelum kecelakaan itu terjadi, Shannon merupakan seorang gadis yang gemar membaca, bernyanyi bersama paduan suara yang berada di sekolahnya, bahkan ia juga gemar bermain games di computer bersama teman-temannya. Dan stroke yang diderita Shannon tidak membuatnya patah semangat.

Berdasarkan ungkapan Andrea, Shannon menghadapi cobaan yang menimpanya ini dengan sangat tenang tanpa ada rasa khawatir yang tersirat di dalam benaknya. Maka tidak heran jika gadis cantik ini memperoleh penghargaan dari Stroke Association. “Dia tidak pernah marah atas apa yang terjadi,” ungkap Andrea.

Setelah Shannon keluar dari rumah sakit, ia juga mulai bergabung kembali dengan teman-temannya, terutama teman sekelas di sekolahnya, walaupun ia lebih banyak menghabiskan waktu di kursi rodanya, dan bagian tangan kirinya belum bisa bebas bergerak, namun raut wajah cantik itu tetap menyiratkan kebahagiaan.

Dokter Anne Gordon dari Rumah Sakit Anak Evelina London Anak bahkan mengungkapkan, stroke terjadi pada sekitar 400 anak belia yang berada di Inggris. Dan telah di perkirakan bahwa 1 dari 10 anak-anak di Inggris menderita stroke yang mana umumnya penyakit ini di derita oleh orang dewasda, terutama lanjut usia. Dan sebagian besar penyebab dari penyakit ini yang menyerang anak-anak yaitu kecelakaan.

Related Posts

Share This