Faktor Penyebab Keputihan Pada Wanita Hamil

Sebagian besar wanita pastinya pernah mengalami keputihan, baik itu ibu hamil ataupun wanita yang tidak hamil. Namun hanya saja, keluhan, kondisi, bahkan penyebab keputihan bisa saja berbeda setiap orangnya. Dan keputihan yang keluar dalam jumlah yang banyak selama masa subur, lalu setelah itu berhenti, dan akan keluar lagi ketika memasuki masa subur bisa terbilang keputihan pada ibu hamil yang normal.

Umumnya keputihan akan keluar ketika akan haid bahkan setelah haid, atau bahkan akan keluar pada masa kesuburan. Cairan ini akan keluar sebagai salah satu bentuk pertahanan juga bisa memberi kelembabanpada area kewanitaan. Dan sebaliknya, untuk wanita atau ibu hamil yang tidak pernah mengalami keputihan, justru menandakan kondisi yang tidaklah normal. Dan hal ini bisa saja disebabkan oleh adanya gangguan hormon juga gangguan siklus haid. Jika seperti itu, apa penyebab keputihan pada wanita atau ibu hamil?

Menurut dr Natalia Primadonna, SpKK, seorang dokter ahli spesialis kulit dan kelamin dari RS Royal Taruma Jakarta, banyak diantaranya kaum wanita terutama di usia muda yang memang tidak memahami serta merasa kalau mereka tidak mengalami keputihan. Padahal tanpa mereka ketahui, di antara mulut rahim juga vagina, cairan keputihan tersebut sudah menumpuk alias overload. Memang cairan keputihan sangat suka berada di bagian sana, sama halnya dengan Bacterial Vaginosis, yang menjadi salah satu penyebab keputihan pada wanita. Dan setelah overload, cairan ini akan keluar dengan sendirinya.

Nah, nagi Anda yang sudah bersuami dan kerap kali melakukan hubungan suami istri, bisa jadi cairan keputihan ini akan lebih banyak keluar. “Ini berbahaya jika tak diobati. Tahu-tahu, kok, sulit punya anak? Ini karena cairan sperma terhambat oleh keputihan sehingga tidak bisa masuk ke mulut rahim,” papar dr Natalia.

Pada umumnya keputihan yang terjadi pada wanita atau bahkan ibu hamil bersifat normal, dan bisa juga bersifat tidak nomal. Dan keputihan yang tidak normal ini disebabkan oleh Bacterial Vaginosis  (BV), jamur atau bahkan parasite. Dan biasanya keputihan yang disebabkan oleh bakteri ini tanpa memiliki gejala. Dan ketika diperiksa, darah juga urin akan terlihat baik-baik saja. Namun Anda akan merasakan meriang, tidak enak badan hingga terasa lemas.

Sementara keputihan yang disebabkan oleh jamur, ditandai dengan rasa gatal di bagian kemaluan serta adanya cairan yang keluar berwarna kehijauan dengan aroma bau yang busuk. BV merupakan penyebab keputihan pada wanita yang memang sangat sulit untuk di atasi, karena keluhan dari penyakit ini biasanya di ikuti oleh bakteri yang lainnya.

Jika keputihan ini tidak di obati, apalagi pada wanita hamil, maka bisa berakibat fatal terhadap kesehatan juga janin yang ada di dalam kandungan. Maka dari itu, segeralah periksakan kepada dokter guna mendapatkan penanganan yang lebih serius.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517