Dampak Negatif Nonton Film Horor Bagi Si Kecil

Nonton film horror memang banyak di gandrungi oleh mereka yang memang memiliki hobi menguji adrenalin mereka. Namun walaupun demikian, nonton film horror juga bisa memberikan dampak buruk atau dampak negatif terhadap perkembangan si kecil juga bahkan perkembangan mental remaja.

dampak film horor pada anak

Monica Sulistiawati, psikolog klinis anak dari Personal Growth kepada CNN Indonesia menyebutkan, bahwa anak-anak bahkan remaja masih ada dalam tahapan proses perkembangan daya nalar yang belum sempurna, sehingga mereka belum bisa dan belum mampu memilih mana yang nyata juga mana yang hanya sekedar fiksi. Dan sebaiknya mereka hanya diperbolehkan lihat film yang sesuai dengan usia mereka.

Menonton filim horo yang pada nyatanya hanyalah sebuah film yang fiksi yang dibuat oleh manusia hanya akan mengganggu perkembangan daya nalar anak-anak juga para remaja. Bukan hanya itu, Monica juga menambahkan, jika hal ini terlalu lama di biarkan, maka kebiasaan ini bisa menyebabkan anak-anak mudah terserang rasa cemas. Bahkan banyak juga diantaranya yang jika anak-anak dibiarkan lama untuk menonton film horror, maka akan menyebabkan depresi terhadap anak-anak juga remaja.

Bukan hanya itu, Monica juga memberikan contoh dari sejumlah kliennya yang memang pernah mengalami gangguan kecemasan yang di karenakan mereka banyak menonton film horror. Dimisalkan yaitu, anak-anak yang memasuki bangku SMP, namun mereka masih merasa takut untuk tidur seoarng diri. Bahkan ada juga seorang anak yang memang melarang orang tuanya untuk menutup pintu ketika ia tengah berada di dalam toilet. Atau bahkan, ada anak-anak yang takut untuk naik tangga seoarng diri, dikarenakan mereka kerap terbayang sosok hantu di film-film horror yang sering ia tonton. Maka dari itu, sebaiknya anak-anak hanya menonton film untuk anak, bukannya menonton film horror yang memang bisa berakibat buruk terhadap perkembangan anak.

Agar bunda bisa menghindari dampak negatif yang terjadi pada anak dari hasil menonton film horror, maka Monica memberikan saran kepada semua orang tua, agar orang tua mendampingi anak ketika mereka memilih untuk menonton film horror. Ketika itu, orang tua atau bahkan bunda bisa membantu anak untuk membedakan hal mana yang nyata juga hal mana yang memang bukanlah nyata.

Menurut Monica sendiri, bahwa film horror sebaiknya hanya di tonton atau di lihat oleh para remaja yang telah memasuki uis 15 tahun ke atas, mengapa? Karena di usia mereka tersebut, daya nalar mereka mulai bisa berkembang dengan baik. Maka di sanalah mereka mulai bisa membedakan mana hal yang nyata juga hal yang Cuma sekedar fiktif belaka.

Apalagi jika anak-anak menonton film horor dari Indonesia, yang kebanyakan adegannya berbau seksualitas, maka penting bagi orang tua untuk mendampingi anak ketika menontonnya. Atau kalau perlu, hindari anak-anak untuk menonton film horor yang banyak memiliki adegan seksualitas.

Related Posts

Share This