Ciri Depresi Setelah Melahirkan

Depresi setelah melahirkan mungkin saja dialami oleh sebagian wanita. Kondisi ini pada dasarnya sering terjadi pada wanita yang baru pertama kali menjalani persalinan atau lebih tepatnya menjadi ibu baru. Perasaan yang sering menghantui ibu baru yaitu kekhawatiran tidak bisa merawat atau tidak mengetahui cara merawat bayi.

Perasaan khawatir tersebut secara perlahan akan semakin berkembang dan membuat pikiran semakin terbebani jika tidak segera ditangani dengan benar. Depresi setelah melahirkan akan berdampak terhadap kesehatan ibu dan bayi. Kurangnya asupan nutrisi untuk bayi yang menjadi kekhawatiran akibat dampak depresi yang dialami oleh ibu baru. Hal ini tentunya harus segera ditangani dengan benar sebelum akhirnya berkembang lebih parah.

Hingga saat ini penyebab depresi setelah melahirkan belum diketahui dengan pasti. Hanya saja mungkin faktor adaptasi yang menjadi poin penting dalam hal ini. Ibu baru cenderung belum bisa menyesuaikan dengan kebiasaan baru untuk merawat dan membesarkan bayi. Kebingungan tersebut yang menyebabkan perasaan cemas hingga akhirnya depresi.

Resiko depresi akan meningkat pada wanita yang sebelumnya merasakan hal tersebut alam menjalani kehamilan. Tahap penyesuaian dari satu tingkat ke tingkat lain akan membuatnya merasa kesulitan sehingga menganggap hal tersebut sebagai beban. Akhirnya yang terjadi yaitu perasaan cemas berlebih yang berimbas terhadap segala aktivitas merawat bayi.

Berikut Ini Ciri Depresi Setelah Melahirkan

  1. Ciri depresi yang pertama yaitu cenderung kehilangan semangat untuk melakukan segala rutinitas di rumah seperti merawat bayi dan pekerjaan rumah lainnya.
  2. Mengalami kesulitan tidur atau bahkan lebih banyak tidur.
  3. Mengalami perubahan suasana hati dan cenderung merasa sedih tanpa sebab.
  4. Lebih sensitif dan merasa khawatir secara berlebihan.
  5. Sering lupa dan tidak bisa berkonsentrasi.
  6. Pola makan berubah sehingga mempengaruhi nafsu makan.
  7. Lebih cenderung mudah putus asa dan gampang marah.
  8. Kesulitan untuk membangun ikatan batin dengan bayi.

Cara Mengatasi Depresi Setelah Melahirkan

Bagi Anda yang mengalami beberapa kondisi seperti yang sisebutkan diatas maka sebaiknya melakukan penanganan dengan benar supaya hal ini tidak akan memberikan dampak negatif bagi bayi. Berikut ini cara mengatasi perasaan depresi setelah melakukan persalinan:

  • Lakukan konseling dengan spesialis mental untuk mengatasi perasaan tersebut supaya tidak merugikan kesehatan.
  • Terapi hormone bisa menjadi alternatif bagi Anda untuk mengembalikan suasana hati yang tak menentu setela melahirkan. Hal ini bertujuan untuk menekan resiko depresi yang berkepanjangan.
  • Anda juga bisa melakukan pengobatan sesuai dengan arahan dari tim medis. Namun dalam melakukan pengobatan ini usahakan supaya tidak mempengaruhi ASI untuk janin.

Nah, demikian ciri dan cara mengatasi depresi pasca melahirkan. Semoga ulasan yang penulis sajikan akan menambah wawasan Anda dalam hal mengatasi keluhan setelah melahirkan.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517