Ciri-ciri Lapar Palsu Pada Bayi Yang Harus Anda Ketahui

Bayi usia 6 bulan sudah bisa diperkenalkan dengan makanan padat sebagai pendamping ASI untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dalam tahap perkembangannya. Pemberian ASI secara ekslusif hanya disarankan sampai 6 bulan. Setelah itu, Anda harus melengkapi kebutuhan nutrisi si kecil dengan memberikan makanan pendamping ASI. Namun pemberian ASI harus tetap dilakukan sampai si kecil berusia 2 tahun. Dalam memperkenalkan makanan padat, Anda harus lebih peka dan membedakan bayi benar-benar lapar atau hanya lapar palsu.

Dalam tahap pemberian makanan pendamping ASI, Anda akan dihadapkan dengan berbagai macam kendala. Salah satu contohnya yaitu bayi yang menolak makanan dan bayi lapar palsu. Kondisi tersebut tentunya akan membuat Anda khawatir dan kebingungan. Oleh karena itu penting sekali bagi Anda untuk mengenali ciri-ciri bayi lapar palsu. Dengan begitu Anda akan mengetahui waktu yang tepat dalam memberikan makan untuk si kecil  sehingga aupan nutrisi untuk mengoptimalkan perkembangannya akan tetap terjaga.

Simak Ciri-ciri Lapar Palsu Pada Bayi Berikut Ini

Lapar palsu pada bayi memang sulit untuk dibedakan. Dalam hal ini Anda harus peka sehingga lebih mudah untuk mengetahui hal tersebut. Selain itu, Anda juga sebaiknya menerapkan jadwal makan dan pola makan bagi si kecil. Untuk lebih jelasnya, simak ciri-ciri lapar palsu pada bayi berikut ini:

  • Salah satu ciri lapar palsu pada bayi yaitu kebiasaan bayi yang mengempeng pada payudara namun tidak menghisap air susu.
  • Gerakan tubuh bayi tidak menunjukan rasa lapar. Biasanya bayi akan melakukan gerakan seakan-akan sedang lapar seperti menjulurkan lidah, memasukan jari ke dalam mulut ataupun refleks menghisap. Kondisi tersebut bukan merupakan tanda lapar pada bayi, akan tetapi hanya gerakan bayi yang sedang mencari perhatian Anda. Namun terkadang banyak orangtua yang tidak menyadari hal tersebut sehingga beranggapan bayi lapar.
  • Ciri lapar palsu pada bayi yang selanjutnya yaitu kebiasaan menghisap ASI terburu-buru. Mungkin Anda akan beranggapan kalau bayi sedang lapar, padahal sesungguhnya bayi tidak benar-benar menghisap ASI. Oleh karena itu Anda tidak perlu khawatir jika si kecil menghisap ASI hanya sebentar.
  • Bayi menghisap puting payudara dalam waktu yang lama setelah Anda memberikan ASI sebelumnya. Pada sebagian kasus bayi hanya mengempeng pada puting tanpa menghisap ASI sehingga Anda mengira bayi masih lapar.

Nah, demikian ciri-ciri lapar palsu pada bayi yang harus Anda ketahui. Supaya Anda tidak khawatir, buatlah jadwal makan untuk si kecil. Dengan begitu kebutuhan nutrisi untuk perkembangan bayi akan tetap terjaga. Pengaturan pola makan berguna untuk menjaga asupan nutrisi dan overfeeding pada bayi. Semoga informasi yang penulis sajikan bermanfaat bagi Anda.

Related Posts

Share This