Charlie Sheen Divonis Terkena HIV Bukan AIDS, Apa Bedanya?

Charlie Sheen (50), seorang actor Hollywood mengaku kepada publik, bahwa dirinya dinyatakan terkena HIV, hal ini ia ungkapkan dalam sebuah tayangan televise Today. Diagnosisi ini ia dapatkan empat tahun yang lalu. Akan tetapi, dokter yang bertugas melawan aktor tampan ini dengan sangat tegas menyebutkan, bahwa Charlie belum atau bahkan tidak terkena AIDS, karena ia hanya terkena HIV.

“Charlie tidak kena AIDS. Ia sehat dan tak terkena AIDS,” tegas Associate Clinical Professor of Medicine, UCLA, Amerika Serikat, dr Robert Huizenga seperti yang kami kutip dari health.liputan6 pada hari Jum’at (20/11/2015)
Dan pernyataan yang di utarakan oleh dokter tersebut akhirnya menjadi bahan pertanyaan terkait Charlie yang juga terkena penyakit AIDS. Jika seperti itu, apa bedanya HIV dengan AIDS? Bukankah HIV dan AIDS sama saja?

HIV atau Human Immunodeficiency Virus merupakan salah stau jenis virus yang mana menyerang sejumlah sel darah putih yang berada di dalam tubuh, yang memang bisa mengakibatkan menurunnya kekebalan tubuh manusia. Seseorang yang di dalam darahnya memiliki virus HIV, bisa terlihat seperti orang sehat yang tidak memilikipenyakit yang serius, serta masih belum membutuhkan pengobatan yang tepat untuk mengatasi penyakit tersebut

Umumnya, pengobatan yang di lakukan guna mengatasi virus HIV yaitu pengobatan antiretroviral. Cara kerja dari pengobatan antiretroviral ini mampu menekan laju perkembangan virus HIV yang berada atau bersarang di dalam tubuh, sehingga orang yang terinfeksi oleh virus HIV ini bisa kembali sehat atau bahkan bisa terbebas dari gejala. Namun walaupun seperti itu, virus HIV akan terus bersarang di dalam tubuhnya, bahkan tetap bisa menular kepada orang lain dengan cara penularannya.

Sementara AIDS sendiri yaitu, merupakan kepanjangan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Yakni sekumpulan gejala penyakit yang memang muncul karena adanya penurunan kekebalan tubuh Anda. AIDS sendiri di sebabkan oleh terjadinya infeksi terhadap virus HIV.

Nah, akibat menurunnya kekebalan tubuh seseorang yang terkena virus ini, maka orang tersebut akan sangat mudah terserang penyakit yang serius, seperti TBC, kandidiasis, berbagai radang terhadap beberapa bagian kulit, paru, permasalahan terhadap saluran pencernaan, serangan terhadap otak, bahkan bisa terserang sel kanker.

Stadium AIDS sendiri pastinya sangat membutuhkan pengobatan Antiretroviral atau ARV guna menurunkan jumlah virus HIV yang bersarang di dalam tubuh, sehingga orang yang menderita atau yang terserang virus mematikan ini bisa kembali sehat dan menjalankan kehidupan seperti biasanya.

Seperti yang telah kita ketahui, bahwa virus HIV ini bisa menular melalui beberapa aktivitas seks atau aktivitas hubungan seksual yang tidak sehat, penularan melalui jarum suntik atau bahkan dari jarum tato.

Maka dari itu, agar Anda bisa terhindar dari serangan virus dan penyakit ini, maka sebaiknya Anda harus menghindari hal-hal yang telah di sebutkan di atas yang memang bisa menjadi alat penularan virus HIV. Di samping itu, Anda juga di anjurkan untuk tetap menanamkan pola makan juga pola hidup yang sehat.

Related Posts

Share This