Cara Praktis Cek Gula Darah Untuk Remaja

Para remaja yang menderita penyakit diabetes yang masih ada dalam jangkauan tipe 1 kerap kali sulit dalam mengontrol gura darah mereka. Bahkan sebuah penelitan yang di lakukan di Amerika Serikat mengungkapkan, untuk saat ini telah di temukan cara baru bagi para remaja yang menderita penyakit diabetes tipe atau golongan 1 ini, agar mereka memiliki keinginan untuk tetap menjaga kondisi kadar gula darah diri mereka sendiri agar tetap dalam keadaan yang aman.

Sebuah penelitian yang di lakukan oleh seorang ahli, yaitu Prof Nancy Petry yang berasal dari University of Connecticut School of Medicine menyebutkan bahwa para remaja yang masih ada dalam masa pubertas akan memiliki keininan untuk tetap mengontrol kadar gula darah mereka jika mereka mendapatkan imbalan setiap mengontrol keadaannya. Dan hal ini justru bisa membuat mereka jauh lebih rutin untuk melakukan pengecekan kadar gula serta menjaga asupan pola makan mereka.

“Pada masa remaja, tes untuk mengecek kadar gula darah akan semakin jarang dilakukan. Hal ini membuat gula darah mereka sulit terkontrol. Bahkan penelitian sebelumnya menyebut 70 persen pasien diabetes tipe 1 usia remaja gagal menjaga gula darahnya tetap aman,” ungkap Prof Petry, yang telah kami kutip dari healt.detik, pada hari Kamis (13/8/2015).

Penelitian yang di lakukan oleh Prof Petry ini digelar terhadap 10 orang yang masih berusia remaja yang menderita penyakit diabetes golongan 1 yang masih berusia di kisaran 11-20 tahun, terutama pada mereka yang kesulitan dalam menjaga gula darah mereka. Bahkan, bagi siapa saja para remaja yang mau memeriksakan diri mereka pada dirinya, maka pasien tersebut akan memperoleh uang sebanyak 10 sen. Bahkan beliau akan memberikan bonus sebanyak 25 sampai 50 sen kepada mereka yang memang sukses dalam mengontrol kadar gula darah mereka agar tetap dalam keadaan normal.

Penelitian yang di lakukan ini berjalan selama 201 minggu. Namun sebelum para remaja tersebut menerima imbalan dari Prof Petry, frekuensi pengecekan kadar gula darah tersebut memang di lakukan oleh para partisipan setiap dua kali dalam satu harinya. Ketika imbalan di berikan kepada mereka, maka frekuensi cek kadar gula darah menjadi meningkat sebanyak 4 sampai 5 kali dalam setiap harinya.

Dan survey yang ditunjukkan kepada para orangtua pasien yang memang memperlihatkan hasil yang baik. Bahkan orangtua tidak keberatan untuk memberikan imbalan kepada anak-anaknya dengan tujuan agar kadar gula darah mereka agar tetap dalam jangkauan aman serta terjaga dengan baik.

Mengomentari penelitian yang di lakukan oleh Prof Petry, Bethany Raff, seorang asisten Profesor di bidang psikologi yang berasal dari Rowan University, New Jersey, menyebutkan bahwa tidak akan pernah ada masalah yang serius jika ingin mengadopsi peraturan yang dibuat ini. Namun yang harus di perhatikan oleh para orangtua yaitu, konsistensi orangtua itu sendiri, sehingga anak-anak tidak akan merasa kecewa serta merasa malas ketika mereka harus melakukan pengecekan terhadap kadar gula darah mereka.

Dan yang telah menjadi catatan yaitu, masih ada keluarga yang memang tidak mampu untuk melakukan cara ini. Karena umumnya keluarga yang memiliki ekonomi menengah kebawah harus mencari alternative lain untuk memberikan imbalan agar anak-anak mereka bisa mengontrol kadar gula darah mereka dengan baik.s

“Mungkin jika tak bisa memberikan uang, orang tua bisa memberikan imbalan lain. Membolehkan anak bermain lebih lama misalnya, atau boleh lebih sering bermain komputer,” paparnya

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517