Bunda Wajib Tahu Gejala Alergi Susu Sapi yang Menyerang Si Kecil

Penting untuk bunda ketahui, bahwa alergi terhadap protein yang terkandung di dalam susu sapi juga kerap kali di alami oleh bayi sejak mereka baru lahir. Bahkan gejala yang sering mereka alami juga tidaklah sama dan bisa berbeda-beda antara satu bayi dengan bayi yang lainnya.

Ketika bayi mengalami serangan diare yang disertai dengan keluarnya darah, maka bisa diartikan kalao si kecil alergi terhadap susu sapi, apalagi jika si kecil-kecil diberikan susu formula bukan ASI.

Mengapa? Karena, seperti yang di tuturkan oleh  Dr dr Zakiudin Munasir, SpA(K), seorang konsultan yang berperan dalam ahli alergi-imunologi yang berasal dari RS Cipto Mangunkusumo, menyebutkan walaupun si kecil mengkonsumsi ASI, namun susu sapi yang di konsumsi bisa saja berasal dari setiap makanan atau bahkan minuman yang di konsumsi oleh si ibu, yang setelah itu di diresap oleh si kecil dari ASI.

“Jadi kalau bayi diare sampai berdarah, patut dicurigai salah satunya dia alergi susu sapi. Jika memang benar, berarti ibunya harus menghindari konsumsi susu sapi selama menyusui,” ungkap Dr Zaki di sela-sela acara Nutritalk ‘Allergy during Childhood: How to Overcome Long-term Health Consequence’ di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, seperti yang di kutip dari helath.detik.com (8/8/2015).

Untuk anak-anak, umumnya mereka akan mengalami gejala yang sangat parah biasanya juga akan disertai dengan pembengkakan serta perasaan gatal di bagian bibir sampai ke lidah juga orofaring. Ketika itu, si kecil juga akan merasakan nyeri, mual disertai muntah, kejang perut sampai mengalami diare yang sangat berat dengan disertai keluarnya tinja yang bercampur dengan darah.

Jika alergi yang di alami si kecil sudah ‘lolos’ di saluran pencernaan si kecil, maka biasanya akan kembali muncul alergi yang terjadi di bagian mata, hidung, kulit, bahkan sistem pernapasan si kecil, alergi terhadap susunan sejumlah saraf pusat yakni merasakan sakit di bagian kepala, bahkan hal yang lebih fatal juga bisa terjadi, seperti misalkan syok anafilaksis, dan hal tersebut akan membuat bayi menjadi sangat rewel.

Dalam sebuah penelitian yang telah di lakukan oleh Dr Zaki tahun 2006, bahwa ada sebanyak 51,5% bayi yang mengalami gejala alergi terhadap protein yang terkandung pada susu sapi akan terjadi di saluran pernapasan si kecil, dan 48% akan muncul di bagian kulit. Bagkan tanda-tanda alergi yang lainnya seperti munculnya garis denis atau kerutan di bagian mata akan dialami oleh anak yang telah mengalami alergi bertahun-tahun lamanya. Hal ini dikarenakan si kecil yang sering terserang pilek menahun yang ketika itu bagian matanya sering di kucek dengan menggunakan tangan.

“Lalu pembuluh darah bisa tersumbat sehingga mata seperti bengkak. Ada juga geografi lidah. Ini bedanya dengan sariawan, kalau sariawan kemerahan dan sakit kalau alergi nggeak. Sering gatal juga bikin mata sering memicing. Hidung juga galat sehingga napas lewat mulut dan akhirnya sering radang,” papar Dr Zaki.

Guna memeriksakan si kecil mengalami alergi atau tidak terhadap susu sapi, maka Dr Zaki menyarankan, agar orangtua bisa memeriksakan si kecil dengan pemeriksaan labolatorium di RS. Dan bila hasil lab masih belum menjawab sepenuhnya, maka orangtua bisa melakukan uji eliminasi provokasi yang mana cara ini mampu menghilangkan sejumlah bahan yang memang dianggap sebagai pencetus alergi tersebut.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517