Berikut Penyebab Pengapuran Plasenta Yang Harus Ibu Hamil Ketahui!

Plasenta merupakan organ yang sangat penting bagi janin selama berada di dalam kandungan. Fungsi dari plasenta sendiri yaitu untuk proses pertukaran hasil metabolisme dan sirkulasi darah dari sang ibu ke janin. Dengan kata lain plasenta menjadi penghubung yang membawa makanan untuk janin selama berada di dalam rahim. Kesehatan plasenta sangat penting untuk dijaga untuk menunjang pertumbuhan janin. Dalam hal ini ibu hamil harus mengetahui penyebab pengapuran plasenta sehingga bisa dilakukan pencegahan.

Mengetahui penyebab terjadinya pengapuran plasenta tidak lain bertujuan untuk lebih waspada selama menjalani masa kehamilan. Plasenta yang sehat tentunya akan membuat perkembangan janin di dalam kandungan berlangsung dengan baik tanpa adanya gangguan yang membahayakan. Pada dasarnya untuk menjaga kesehatan plasenta yaitu dengan gaya hidup sehat dari ibu hamil sendiri.

Terjadinya pengapuran pada plasenta tidak ada kaitannya dengan penyakit tertentu atau degenerative. Dalam hal ini adanya pengapuran plasenta merupakan proses yang terbilang normal terjadi diusia kehamilan akhir minggu ke-38. Yang perlu mendapart perhatian yaitu jika pengapuran tersebut akibat adanya penggumpalan darah yang membeku. Kondisi ini bisa menyumbat pembuluh darah serta mengganggu sirkulasi darah dari rahim.

Penyebab Plasenta Berkapur

Adapun penyebab plasenta berkapur yaitu akibat adanya gangguan kesehatan yang terjadi pada ibu hamil. Nah, gangguan kesehatan yang mengakibatkan plsenta berkapur yaitu infeksi, hipertensi, antibody abnormal dan preeklampsia berat.

Dalam beberapa penelitian menemukan bahwa gaya hidup juga turut berpengaruh terhadap pengapuran plasenta. Oleh karena itu sangat disarankan bagi wanita untuk senantiasa menerapkan gaya hidup sehat sebelum dan ketika menjalani masa kehamilan. Hindari produk minuman yang emngandung alkohol dan kebiasaan merokok. Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung gizi tinggi terutama yang mengandung asam folat.

Dampak Plasenta Berkapur

Adanya plasenta berkapur tidak akan memberikan dampak yang serius bagi ibu hamil. Walaupun pada beberapa kasus, ibu hamil yang mengalami pengapuran plasenta disarankan untuk melahirkan dengan proses caesar. Dalam hal ini perlu mendapat pemantauan dan perhatian yang serius dari tim medis. Jika terjadi stress pada janin maka hal ini memaksa untuk dilakukan operasi caesar.

Sedangkan dampaknya bagi janin yaitu akan terjadi penumpukan kalsium yang mengakibatkan plasenta mati dan digantikan oleh jaringan ikat. Kondisi ini tergantung pada proses pengapuran yang terjadi jika mengganggu aliran/suplai nutrisi serta oksigen pada janin. Secara umum plsenta berkapur akan menyumbat aliran darah menuju janin sehingga terjadi gangguan pertumbuhan.

Untuk mengatasi plasenta berkapur diperlukan tindakan dari tim dokter. Tindakan tersebut dimaksudkan untuk memastikan kecukupan nutrisi dan oksigen yang diperlukan janin. Dalam hal ini dokter akan mengukur pertumbuhan janin, aliran darah dan kecukupan dari cairan ketuban. Dalam membantu kelangsungan hidup janin, tindakan selanjutnya yaitu memberikan cairan pengencer darah sehingga aliran oksigen tetap normal.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517