Berapa Lama Waktu Penyimpanan ASI yang Tepat?

Kaum wanita yang sibuk dalam urusan kerjaannya biasanya tidak akan sempat memberikan ASI eksklusif untuk bayinya, sehingga mereka biasanya menggunakan cara atau sistem ASI perah yang kemudian di simpan di tempat penyimpanan ASI. Seorang ibu akan memerah ASI dengan mengguanakan alat atau bahkan diperah secara manual menggunakan tangan, dan setelah itu disimpan di mesin pendingin dan kemudian diberikan kepada si kecil ketika ibu tengah bekerja. Lantas jika seperti itu, berapa lama waktu yang tepat untuk penyimpanan ASI?

botol asi

Dr Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM memberikan penjelasan, “ASI di udara Jakarta atau di udara luar, orang bilang bertahan empat sampai enam jam. Tapi saya mengusulkan empat jam saja.”

Nah, agar ASI bisa lebih awet dalam proses penyimpanan ASI, maka sebaiknya ASI perah di simpan di dalam botol ASI yang kemudian di simpan di tempat yang dingin, misalkan di simpan di mesin pendingin. Dengan Anda meletakkan ASI di mesin pendingin, maka kualitas ASI tidak akan mudah rusak bahkan akan tetap dalam keadaan segar ketika si kecil meminumnya. Nah, jika ASI di simpan di dalam mesin pendingin, berapa lama ASI akan bertahan?

“Kalau dimasukkan ke termos es, 24 jam. Kalau disimpan di tempat buah (kulkas) atau chiller, itu dua hari. Ini semua disebut ASI perah segar,” ungkap Dr Utami.

Bahkan Dr. Utami menyarankan agar para ibu yang tengah menyusui bisa memberikan ASI yang segar, dalam artian ASI yang diperah secara langsung dan setelah itu di masukkan kedalam tempat penyimpanan ASI yaitu mesin pendingin tanpa harus di bekukan. ASI yang segar paling lama dikosnumsi dua hari setelah di perah. Sedangkan untuk ASI perah yang memang di masukkan kedalam mesin pendingin dan dibekukan, itu di sebut dengan tabungan ASI, dan ASI ini bisa bertahan dalam waktu yang lebih lama.

Baca Juga:  Cara Menidurkan Bayi Yang Efektif Supaya Tidak Rewel

DR pejuang ASI ini juga menyarankan, dalam proses penyimpanan ASI perah, sebaiknya tidak di simpan di bagian pintu. Mengapa? Karena keadaan pintu yang sering di buka tutup yang tidak baik untuk kualitas ASI serta keadaan yang mudah terpapar udara dari luar. Sebaiknya ASI yang sudah d perah di simpan di bagian badan kulkas paling belakang yang memang bisa terlindungi.

Nah, untuk Anda para ibu yang kerap kali memerah ASI untuk si kecil, Dr Utami juga memiliki pesan yang sangat penting bagi Anda semua. Beliau berpesan agar ketika ibu memerah ASI, sebaiknya Anda menggunakan tangan dan tidak menggunakan alat seperti breast pump.

“Gunakan tangan untuk memerah, tidak pompa. Tangan itu sangat, sangat, sangat, efisien dan sebenarnya mirip sekali cara bayi mengeluarkan AS,” pesan dr Utami kepada para ibu.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi Bundakim.com. Instagram: @bundakim7 SMS / WA: 0813 2154 8517