Beberapa Kendala Yang Akan Dihadapi Ketika Menghentikan Pemberian ASI Untuk Anak

Menyusui merupakan salah satu cara untuk memberikan asupan makanan atau nutrisi  bagi bayi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Pemberian ASI secara ekslusif selama 6 bulan sangat dianjurkan karena selain untuk memenuhi kebutuhan asupan nutrisi, ASI juga bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. Namun apabila usia anak sudah mulai beranjak besar yaitu pada usia 2 tahun sebaiknya proses menyusui dihentikan karena pemberian ASI untuk bayi maksimalnya diberikan sampai usia 2 tahun.

Beberapa Kendala Yang Akan Dihadapi Ketika Menghentikan Pemberian ASI Untuk Anak

Proses menyapih atau menghentikan pemberian ASI untuk anak merupakan suatu proses ketika anak berhenti minum ASI dan beralih ke makanan padat. Pada proses penyapihan tersebut seorang ibu akan dihadapkan pada berbagai kendala dari proses adaptasi anak dalam peralihan makanan. Berikut beberapa kendala yang akan dihadapi ketika menyapih anak atau menghentikan pemberian ASI:

Anak menjadi rewel

Kendala pertama yang akan dihadapi ketika mulai menghentikan pemberian ASI adalah anak akan menjadi rewel. Kondisi tersebut terjadi pada anak sebagai bentuk penyesuaian dan penolakan terhadap makanan baru. Akan tetapi apabila anak sudah terbiasa dan bisa menyesuaikan dengan makanan baru tersebut, maka anak tidak akan lagi rewel dan akan benar-benar bisa lepas dari ASI. Menghadapi kondisi anak yang rewel pada saat proses penyapihan harus dilakukan dengan penuh kesabaran supaya anak bisa cepat beradaptasi.

Anak susah makan

Pada proses penyesuaian terhadap makanan baru, anak akan sedikit mengalami masalah pada nafsu makan sehingga Anda akan menghadapi keadaan anak yang sangat susah untuk makan. Untuk mengatasi hal tersebut maka Anda perlu membuat variasi dan keragaman dalam menyajikan makanan supaya anak jadi berselera untuk menyantap makanan selain ASI. Selama proses penyapihan ini Anda akan menemukan keadaan dimana anak akan memilih-milih makanan sehingga diperlukan kesabaran dan usaha yang ekstra agar anak mau makan.

Baca Juga:  Menghentikan Kebiasaan Anak Yang Selalu Berbicara Kasar
Anak akan bersifat keras kepala

Permasalahan lain yang akan dihadapi oleh para ibu ketika menyapih anak adalah perilaku anak yang cenderung keras kepala dan memaksa untuk tetap mendapatkan ASI. Anak-anak akan terus merengek serta menangis meminta ASI dan bahkan tidak mau makan makanan selain ASI walaupun Anda berusaha menyajikan makanan dengan beragam dan bervariasi. Keadaan ini tentunya akan menjadi suatu tantangan paling berat bagi para orangtua dan merasa tidak tega ketika melihat anaknya menangis. Supaya semuanya berjalan lancar dan anak terbiasa tanpa ASI maka usahakan untuk membujuk dengan penuh kesabaran dan mengalihkan perhatian anak pada makanan selain ASI. Lambat laun juga anak akan terbiasa tanpa ASI dan pasti mau mengkonsumsi makanan selain ASI.

Anak mengalami masalah pada pencernaan

Makanan yang Anda berikan dalam proses penyapihan kadang akan menimbulkan masalah pencernaan pada anak. Hal ini bisa disebabkan oleh pola makan anak yang tidak terkontrol ketika menyantap makanan. Biasanya anak-anak akan langsung menyantap makanan dalam jumlah banyak dan beragam sehingga kondisi sistem pencernaan akan kaget dengan banyaknya makanan yang masuk. Masalah pencernaan yang timbul bisa berupa sakit perut atau mencret. Supaya anak tidak mengalami permasalhan dalam pencernaannya ketika proses penyapihan sebaiknya Anda memantau dan mengatur pola makan anak agar tidak ada masalah dengan sistem pencernaannya. Apabila anak sering mengalami masalah dengan pencernaan, maka hal ini akan sangat berbahaya untuk pertumbuhan dan perkembangan anak karena proses penyerapan sari makanan akan terganggu.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi Bundakim.com. Instagram: @bundakim7 SMS / WA: 0813 2154 8517