Beberapa Hal yang Menjadi Penyebab Anak Telat Berkembang

Perkembangan anak. Jika kita lihat secara statistik, ada sekitar 3% balita yang memang tidak mampu mencapai perkembangan motoriknya dalam waktu yang tepat. Namun dari sekitar angka tersebut, hanya ada sekitar 15-20 anak saja yang memang memiliki perkembangan anak yang abnormal, dan selebihnya masih mampu berkembang secara normal, walaupun sedikit lebih terlambat.

Lantas, apa yang menyebabkan keterlambatan motorik yang terjadi pada balit? Sebenarnya, keterlambatan perkembangan anak usia dini secara motorik akan terjadi ketika si kecil tidak mampu mencapai satu atau bahkan lebih tonggak perkembangan anak.

Umumnya, perkembangan motorik ini akan mencakup kemampuan si kecil dalam berbicara juga dalam bahasa, keterampilan motorik halus atau bahkan kasar seperti jalan atau bahkan merangkak, juga keterampilan pribadi juga sosialnya seperti kemampuan si kecil dalam berinteraksi.

Berikut ini beberapa tanda kalau anak-anak mengalami keterlambatan dalam tahap perkembangan anak secara motorik, yaitu sebagai berikut:

  • Anak belum bisa berguling hingga usia 6 bulan
  • Belum bisa duduk sendiri tanpa dibantu hingga berusia 8 bulan
  • Belum bisa merangkak hingga usia 12 bulan
  • Belum bisa berjalan hingga usia 15 bulan.

Nah, jika anak-anak mengalami banyak keterlambatan hampir pada semua bidang, maka penyebabnya yaitu seperti:

  1. Encephalopathy (gangguan sebelum atau mendekati kelahiran) statis termasuk kelahiran premature
  2. Kelainan otak
  3. Kelainan kromosom
  4. Infeksi
  5. Serta encephalopathy progresif termasuk penyakit metabolik, sindrom neurocutaneous, sindrom Rett dan hydrocephalus.

Bukan hanya kelainan yang terjadi pada tubuh si kecil, keterlambatan perkembangan motorik anak juga akan terjadi karena sedikitnya rangsangan yang memang diterima si kecil, baik oleh pengasuh, orangtua atau bahkan melalui mainan yang dimilikinya.

Ketika si kecil masih dalam usia bayi, ia hanya memiliki kesempatan untuk bergerak atau bahkan untuk mengeksplor tubuhnya, sehingga ia tidak mampu belajar bagaimana caranya untuk bergerak dengan cara yang baik.

Bukan hanya itu, ternyata pola asuh yang diberikan orangtua juga sangat berpengaruh besar, orangtua yang sangat berhati-hati atau bahkan protektif bisa mengkontribusi terhadap keterlambatan perkembangan motorik si kecil, misalkan seperti tidak membiarkan si kecil untuk bergerak dengan bebas atau bahkan terlalu seringnya Anda menggendong si kecil terutama ketika si kecil sudah berusia 8 bulan.

Kondisi ini pastinya akan membuat si kecil terlambat dalam perkembangan merangkak atau bahkan berjalan, bahkan ketika ia terjatuh saat belajar berjalan, maka ia akan memiliki perasaan takut untuk kembali mencobanya.

Oleh karena itu, orangtua harus benar-benar membiarkan si kecil untuk bergerak bebas, biarkan si kecil untuk mengeksplor setiap hal yang ia temukan, selama itu tidak membahayakan si kecil.

Akan tetapi, jika penyebab dari keterlambatan perkembangan si kecil adalam adanya kondisi penyakit tertentu, maka sebaiknya Anda memeriksakan si kecil ke dokter, agar dokter bisa mendeteksi lebih dini, serta bisa dilakukan terapi untuk mengatasi hal tersebut.

Related Posts

Share This