Bahayakah Peningkatan Detak Jantung Ibu Hamil?

Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan dan memasuki trimester kedua, maka secara perlahan ibu hamil akan terbebas dari keluhan. Bahkan sebagian orang mengatakan bahwa trimester kedua merupakan periode kehamilan yang sangat menyenangkan. Namun meskipun demikian tidak jarang ibu hamil yang masih mengalami keluhan pada trimester kedua. Apakah peningkatan detak jantung ibu hamil menjadi keluhan yang membahayakan janin?

Peningkatan detak jantung Ibu hamil memang perlu diwaspadai. Biasanya gejala tersebut muncul sangat beragam. Sebagian ibu hamil merasakan peningkatan detak jantung yang disertai dengan gejala sakit kepala, sembelit dan perut kembung. Pada kondisi yang normal, peningkatan detak jantung tersebut karena kinerja dari organ tersebut lebih berat untuk mengalirkan darak ke seluruh tubuh dan juga janin.

Volume darah pada ibu hamil meningkat sekitar 40%. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan dari hormone estrogen. Bahkan pada kehamilan tahap akhir, jantung akan bekerja lebih cepat untuk memacu atau memompa darah ke seluruh tubuh. Gejala yang akan dialami ibu hamil yaitu nafas yang terengah-engah serta kelelahan.

Pada sebagian kasus, ibu hamil mengeluhkan peningkatan detak jantung setelah makan. Hal karena makanan yang mengandung MSG bisa menyebabkan peningkatan detak jantung. Lalu faktor apa saja yang mempengaruhi detak jantung meningkat pada ibu hamil?

Inilah Faktor Penyebab Peningkatan Detak Jantung

  1. Kekurangan Asupan Zat Besi

Salah satu penyebab detak jantung meningkat pada waktu hamil yaitu kekurangan asupan zat besi. Selain itu, kekurangan zat besi akan membuat ibu hamil terkena gejala anemia. Kondisi tersebut tentunya harus mendapat penanganan yang benar sehingga tidak akan membahayakan janin di dalam kandungan.

  1. Kurang Asupan Magnesium

Kekurangan magnesium pada waktu hamil bisa membahayakan kesehatan dan janin di dalam kandungan. Peningkatan detak jantung yang disertai dengan gejala muntah dan mual merupakan indikasi bahwa Anda kekurangan nutrisi tersebut.

  1. Stres Fisik

Kelelahan akibat banyak beraktivitas pada waktu hamil akan memicu peningkatan detak jantung menjadi lebih cepat. Biasanya disertai dengan gejala pusing dan sakit kepala.

  1. Kafein

Pada dasarnya ibu hamil tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi minuman dan makanan yang mengandung kafein sebab bisa memberikan dampak buruk bagi kehamilan. Konsumsi minuman berkafein seperti teh dan kopi terlalu sering akan membuat detak jantung mengalami peningkatan. Bahkan kafein bisa meningkatkan kecemasan yang beresiko stres pada ibu hamil. Maka dari itu sebaiknya minuman yang mengandung kafein dihindari selama hamil.

Bagi Anda yang mengalami gejala peningkatan detak jantung selam hamil sebaiknya memeriksakan diri ke dokter secara intensif. Pastikan bahwa peningkatantersebut masih tergolong normal sehingga tidak akan memberikan pengaruh buruk terhadap tumbuh kembang janin di dalam kandungan hingga tiba waktu persalinan.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517