Bahayakah Cabut Gigi Saat Hamil?

Sakit gigi bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Gigi yang sakit tentunya sangat mengganggu dan menyebabkan perasaan tidak nyaman. Bahkan jika sakit gigi tidak kunjung sembuh maka tentunya aktivitas sehari-hari menjadi terganggu. Makan, berbicara dan bahkan bekerja pun jadi terganggu akibat sakit gigi. Terlebih lagi jika sakit gigi terjadi ketika Anda hamil. Kondisi ini sangat mengganggu kenyamanan dalam menjalani kehamilan.

Biasanya penderita sakit gigi menjadi lebih sensitif sehingga akan terasa sangat menjengkelkan ketika mendengar suara gaduh. Penderita sakit gigi cenderung lebih memilih untuk sendiri dalam kondisi yang tenang. Mengingat gejalanya cukup menyiksa maka sakit gigi tidak bisa dianggap sepele dan harus segera ditangani dengan benar.

Faktor penyebab timbulnya sakit gigi sangat banyak, salah satunya yaitu pembengkakan pada gusi dan gigi berlubang. Kondisi ini mengakibatkan rasa sakit yang terjadi secara berulang jika tidaksegera diobati. Kapanpun sakit gigi bisa kambuh sehingga pada tahap inilah produktivitas penderita sakit gigi akan menurun.

Rasa sakit yang bergitu menyiksa memang benar adanya membuat penderita sakit gigi menjadi jengkel. Biasanya salah satu solusi untuk mengatasinya yaitu dengan cabut gigi. Metode ini dianggap sangat efektif untuk mencegah sakit gigi supaya tidak kambuh lagi di kemudian hari. Dengan metode ini gigi yang sudah rusak bisa diangkat dan dihilangkan.

Namun metode cabut gigi tidak bisa dilakukan begitu saja dan sembarangan. Terlebih lagi jika pasien sedang mengalami rasa sakit yang memuncak. Metode cabut gigi harus dilakukan pada waktu gigi sedang dalam keadaan baik-baik saja atau tidak sakit. Cabut gigi pada waktu sakit tidak dianjurkan dan sangat berisiko.

Apakah Cabut Gigi Berbahaya Bagi Ibu Hamil?

Cabut gigi memang menjadi salah satu solusi yang tepat guna mencegah kambuh di kemudian hari. Namun bagaimana dengan ibu hamil? Apakah boleh cabut gigi saat hamil? Apakah metode tersebut aman dilakukan? Hal ini tentunya harus menjadi kajian lebih dalam lagi guna mencegah dampak yang berbahaya pada ibu hamil akibat cabut gigi.

Sakit gigi pada ibu hamil tentunya menjadi salah satu masalah yang sering terjadi. Biasanya sakit gigi lebih rentan terjadi di trimester kedua dan ketiga kehamilan. Kondisi ini terjadi akibat adanya perubahan hormone pada ibu hamil. Perubahan hormone tersebut dipicu oleh bakteri yang masuk kedalam tubuh lewat mulut. Keluhan ini muncul dalam berbagai kondisi seperti gigi berlubang, gusi bengkak dan juga nyeri gigi biasa.

Kondisi gigi yang bermasalah memerlukan penanganan secara medis yang tepat guna menghindari kondisi yang lebih buruk. Namun biasanya kondisi sedang hamil akan membatasi tindakan cabut gigi karena dianggap sangat berbahaya bagi kesehatan ibu hamikl dan juga janin didalam kandungan.

Mengapa dikatakan berbahaya? Hal ini karena tindakan cabut gigi bisa mempengaruhi pembuluh darah ibu hamil sehingga mengakibatkan terjadinya kontraksi pada rahim. Jika kontraksi terjadi sebelum waktunya maka lhal ini berisiko terhadap keguguran, ketuban pecah dini dan janin lahir secara premature.

Bisa disimpulkan bahwa cabut gigi pada ibu hamil sangat tidak dianjurkan. Tindakan ini bisa memicu risiko yang besar bagi kehamilan. Jika ibu hamil sakit gigi maka sebaiknya memberikan obat anti nyeri dan obat sakit gigi yang aman menurut medis. Namun jika ternyata kerusakan gigi tersebut menyebabkan sakit yang terus menerus maka hal ini akan menjadi pertimbangan medis dalam mengambil tindakan. Semoga bermanfaat.

Related Posts

Share This