Bahaya Virus Toxoplasma Pada Ibu Hamil yang Wajib Dipahami

Virus toxoplasma pada ibu hamil. Infeksi bukan hanyan bisa terjadi pada orang dewasa atau bahkan anak-anak, namun infeksi juga bisa terjadi terhadap janin yang ada di dalam kandungan. Dan ketika janin di dalam kandungan terinfeksi virus, maka akan fatal akibatnya.

Salah satu infeksi yang bisa terjadi pada janin atau ibu hamil yaitu infeksi virus toxoplasma. Virus toxoplasma atau penyakit toxoplasma ini merupakan parasite yang memang menumpang hidup dan berkembang pada hewan lainnya, misalkan kepada kucing, anjing, kelinci, babi hingga kambing.

Mungkin saja saat ini Anda tengah terinfeksi parasite ketika Anda tengah berjalan tanpa menggunakan alas kaki di permukaan tanah yang memang kebetulan tengah tercemar virus tersebut. Sama halnya ketika Anda mengkonsumsi daging yang di masak kurang matang, atau bahkan ketika Anda mengkonsumsi sayuran atau bahkan buah-buhan yang tanpa Anda cuci.

Untuk gejala dari toxoplasma pada kehamilan, biasanya penderita akan mengalami demam, sakit kepala yang tidak tertahankan, badan yang lemas, adanya pembengkakan terhadap kelenjar getah bening, penglihata yang terganggu, gemetaran, kejang, disorientasi, bahkan adanya perubahan terhadap kepribadian.

Ketika Anda melakukan deteksi dengan melakukan pemeriksaan di labolatorium, maka akan terlihat:

  1. Adanya antibody immunoglobulin M atau IgM, itu artinya di dalam tubuh tengah terjadi infeksi toxoplasma yang telah akut, atau belum lama terjadi.
  2. Adanya kadar immunoglobulin G (IgG), yaitu terjadinya peningkatan sebanyak empat kali lebih tinggi yang dihasilkan oleh hasil pemeriksaan tiga minggu sebelumnya, juga bisa menunjukkan adanya aktifitas infeksi.

Memang benar, walaupun ibu hamil dinyatakan positif telah terinfeksi penyakit toxoplasma, namun belum tentu virus tersebut bisa langsung terlihat gejala penyakitnya. Jika daya tahan tubuh ibu hamil itu kuat, maka keadaan parasite tidak akan aktif, dia hanya diam dan tidur. Namun ketika kondisi ibu hamil melemah, maka virus toxoplasma akan menjadi sangat aktif.

Dampaknya yaitu, akan terjadi kelaianan terhadap berat badan janin yang ada di dalam kandungan, seperti berat badannya lebih besar jika ia terinfeksi virus, terutama di usia kehamilan trimester pertama dan kedua. Akan tetapi, kemungkinan tertular di trimester ini jauh lebih rendah jika di bandingkan dengan usia kehamilan trimester akhir.

Jika janin yang ada di dalam kandungan terinfeksi oleh virus, maka janin akan menghadapi resiko:

  1. Adanya kelainnan sistematik, misalkan seperti bayi kuning, adanya pembesaran hati serta limpa juga terjadinya pendarahan.
  2. Adanya kelainan terhadap saraf mata
  3. Adanya gangguan terhadap fungsi saraf pusat, seperti gangguan kecerdasan juga keterlambatan dalam berbicara.
  4. Terjadinya cacat bawaan, seperti adanya pembesaran kepala.
  5. Sampai menyebabkan keguguran.

Itulah ulasan mengenai bahaya dari terjadinya inveksi virus toxoplasma. Maka dari itu, ketika Anda tengah mengandung, maka sebaiknya untuk sementara ANda harus menjauhi hewan-hewan peliharaan Anda seperti kucing atau bahkan anjing. Perbaiki juga pola makan Anda agar daya tahan tubuh Anda tetap terjaga dengan baik.

Related Posts

Share This