Bahaya Melakukan Induksi Persalinan yang Wajib Anda Ketahui

Induksi persalinan merupakan salah satu cara atau langkah yang kerap di lakukan guna merangsang terjadinya kontraksi rahim, dan hal ini biasanya bermanfaat untuk mempercepat keluarnya janin yang ada di dalam kandungan. Dan biasanya cara ini umum dilakukan untuk usia kehamilan yang telah melebihi usia 40 minggu.

Namun walaupun demikian, persalinan induksi juga kerap kali di gunakan bagi mereka yang memang menginginkan bayinya keluar di tanggal yang spesifik, namun masih dengan cara proses persalinan normal. Namun ketika Anda menggunakan induksi persalinan ini, tidaklah sederhana, karena memiliki resiko yang cukup besar.

Dokter ahlsi spesialis kebidanan yang berasal dari Siloam Hospital Semanggi Ardiansjah Dara Sjahruddin menjelaskan, bahwa resiko dari proses persalinan dengan induksi salah satu diantaranya yaitu munculnya kontraksi yang terlampau sangat kuat dari biasanya. Dan keadaan seperti ini akan menambah resiko ketidak berhasilan janin yang ada di dalam kandungan dalam melakukan kompensasi sehingga menyebabkan hal yang sangat fatal. Di samping itu ada resiko lainnya, yaitu bisa menyebabkan bagian rahim menjadi sobek karena adanya kontraksi yang kuat ini.

Di acara seminar media SOHO #BetterU yang bertopik “Peran Oksitoksin pada Induksi Persalinan” yang berlangsung di Jakarta, beliau menjelaskan “resiko induksi persalinan cukup besar, maka mengerjakannya juga tidak bisa sembarangan. Butuh dipantau dengan cara intensif oleh dokter.

Bukan hanya itu, beliau juga menyampaikan, bahwa banyak diantaranya orangtua yang memiliki keinginan anaknya bisa lahir di tanggal-tanggal yang spesifik, tanpa harus adanya alasan yang darurat. Sehingga mereka juga tidak akan pernah sangsi dalam melakukan induksi persalinan tanpa adanya resiko yang berarti.

Sebenarnya, induksi persalinan ini akan dilakukan jika adanya resiko yang semakin besar ketika seorang ibu meneruskan kehamilan daripada mengakhirinya. Dan beberapa kondisi yang menyebabkan hal ini terjadi yaitu kehamilan yang melalui bulan, adanya perubahan janin yang terhalang, adanya kelainan kongenital terhadap janin, serta adanya ketuban pecah dini.

Guna menghimpit terjadinya resiko induksi persalinan, yang penting untuk di lakukan yaitu senantiasa memeriksakan kontraksi rahim yang selalu di rasakan oleh ibu hamil juga memeriksakan detak jantung janin yang ada di dalam kandungan setiap saat ketika Anda memberikan oksitoksin. Bukan hanya itu, induksi juga penting untuk di lakukan oleh dokter spesialin kandungan atau bahkan bidan yang sudah hali, bukan oleh dokter atau bidan yang bukan professional atau bahkan tidak boleh di lakukan oleh tenaga non-medis.

Nah, dalam peluang yang sama, Kasubdit Ibu Bersalin serta Nifas Kementerian Kesehatan Riskiyana Sukandhi Putra juga menegaskan, proses persalinan dengan induksi, keadaan bayi yang sungsang, serta adanya resiko komplikasi dalam bentuk lainnya wajib memperoleh pertolongan atau penanganan dari dokter spesialis kandungan.

“Sementara bidan hanya bisa mengatasi persalinan yang normal,” ungkap beliau.

Related Posts

Share This