Bahaya Keputihan Saat Hamil yang Wajib Anda Ketahui

Ketika Anda merasakan ketidak nyamanan di area kewanitaan, sampai-sampai membuat area kewanitaan Anda menjadi gatal, panas bahkan sakit, mungkin Anda tengah mengalami gangguan kewanitaan yang tengah terinfeksi jamur, bakteri, parasit atau bahkan virus yang kerap di sebut dengan keputihan saat hamil. Umumnya keputihan dialami oleh sebagian besar wanita di dunia selama hidupnya. Walaupun Anda tidak sendirian mengalami keputihan, namun keputihan yang abnormal sangat dibutuhkan penanganan yang serius. Ciri-ciri keputihan yang abnormal yang memang membutuhkan penanganan yang serius ditandai dengan keluarnya cairan dari area kewanitaan yang memiliki warna kecoklat-coklatan atau bahkan kehijau-hijauan, timbulnya rasa gatal yang berlebihan, bahkan rasa sakit ketika Anda tengah buang air kecil.

bahaya keputihan saat hamil

Keputihan yang memang memiliki sifat normal yang terjadi pada ibu hamil pastinya tidak akan menyebabkan bahaya keputihan saat hamil, dan keputihan yang bersifat normal ditandai dengan keluarnya cairan dari area kewanitaan yang tidak memiliki aroma bau serta tidak membuat gatal. Umumnya ibu hamil akan mengalami keputihan hingga kehamilannya menjelang proses persalinan. Di masa trimester terakhir masa kehamilan, biasanya keputihan akan semakin meningkat, hal ini dikarenakan adanya infeksi jamur yang semakin berat. Dan umumnya keputihan yang terjadi pada ibu hamil terinfeksi karena adanya jamur candida sp. Dan keputihan normal yang terjadi pada ibu hamil umumnya tidak akan membahayakan kesehatan ibu hamil.

Dan di bawah ini ada beberapa bahaya keputihan saat hamil yang harus benar-benar di pahami, yaitu sebagai berikut:

  1. Kelahiran premature

Keputihan saat hamil yang ditandai dengan munculnya cairan dari area kewanitaan yang lebih kental, memiliki bau yang menyengat serta rasa gatal yang bisa memicu iritasi pada vulva. Keputihan jenis ini yang terjadi pada ibu hamil bisa menyebabkan rasa nyeri ketika bersegama. Adapun penyebab keputihan yang terjadi pada ibu hamil yaitu candida albicans, yang mana jika tidak di atasi dengan serius tanpa adanya pengobatan, maka bisa menyebabkan terjadinya kelahiran bayi premature.

  1. Ketuban pecah sebelum waktunya

Munculnya cairan yang keluar dari area kewanitaan yang dibarengi dengan aroma bau juga berwarna kekuningan serta memicu rasa gatal. Keputihan jenis ini disebut dengan vaginosis bakterialis yang memang bisa menyebabkan letuban pecah dini, atau ketuban pecah di waktu yang tidak tepat.

  1. Berat badan bayi rendah

Keputihan yang bersifat iritasi di area genital yang mana muncul dengan dibarengi rasa panas juga gatal. Pada keadaan yang lebih parah, hal ini akan mengakibatkan rasa nyeri pada bagian vulva juga paha, perineum dan saat senggama. Keputihan jenis ini disebabkan oleh protozoa trichmonas vaginalis yang mana ditularkan secara langsung melalui hubungan suami istri. Dampak yang akan terjadi pada ibu hamil yaitu adanya bahaya kelahiran bayi yang memiliki berat rendah.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517